BERKAT kelihaian tanganya memainkan selendang, Malika (21) sibuk sebagai penari ketoprak. Kini dirinya mulai kenal luas di kotanya.
Ia mulai menari saat masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga sekarang. Menurutnya, menari di pentas ketoprak itu warisan dari orang Jawa terdahulu, sebab alasan itulah dara cantik asal Kabupaten Pati itu berkeinginan melestarikannya agar tidak hilang di telan zaman.
“Saat ini saya baru mengusai dua jenis tarian. Di antaranya sambyong dan tari putisari. Meskipun sering di pandang rendah oleh orang karena ikut seniman, namun saya bangga bisa ikut melestarikan budaya jawa,” katanya, Rabu (9/2/).
Dirinya pun sudah pernah beberapa kali menari di luar kota ataupun luar Jawa. Baginya pengalaman tersebut mempunyai arti tersendiri.
“Dulunya saya grogi waktu mau pentas di atas panggung, namun lama kelamaan akhirnya terbiasa. Saya belajar menari itu secara otodidak, nonton Youtube kemudian mencoba sendiri,” ucapnya.
Dia berharap, agar generasi seumurannya ikut membantu melestarikan budaya lokal seperti menari ini. Selain bisa menghibur penonton, ia juga mendapat uang dari pentas menari. Meskipun hasilannya tak seberapa, tapi cukuplah buat kebutuhan sehari-hari.
“Kalau bukan anak muda siapa lagi yang menghidup budaya. Semisal seumur saya sudah tidak ada yang tertarik di dunia tari, apalagi generasi yang selanjutnya kelak,” ujarnya. (cr7/gih)










