UMKM  

Ternak Ayam Ekor Lidi, Untung Melimpah

PETERNAK: Muhammad Bahrudin sedang memperlihatkan ayam ekor lidi miliknya, Senin (14/2). (LUTHFI MAJID / JOGLO JATENG)

MUHAMMAD Bahrudin (24) awalnya adalah bekerja sebagai driver ojek online. Namun kini ia fokus menjadi peternak ayam ekor lidi yang dinilainya lebih menjanjikan. Ide bisnisnya muncul setelah ia kerap menonton kontes keindahan ayam ekor lidi di derahnya, Kabupaten Pati.

Pria yang akrab dipanggil Udin itu mengatakan, saat ini ayam jenis ekor lidi menjadi salah satu primadona bagi penghobi hewan ternak, sebab keindahan bulunya yang berbeda dengan ayam pada umumnya. Selain itu memilki nilai jualnya tinggi.

“Harga jualnya bervariasi, tergantung dari kualitas ayamnya itu sendiri. Ada yang Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta perekor. Meskipun harganya cukup tinggi, namun banyak mencari,” ujarnya, Senin (14/2).

Dirinya merasa bahwa keputusannya berhenti menjadi driver online dan memutuskan menekuni ternak ayam ekor lidi sudah tepat. Karena memiliki potensi bisnis yang cukup besar.

“Sekarang saya memiliki 40 ekor ayam siap jual. Itu pun belum terhitung belum yang anak-anak. Saya yakin lama-kelamaan peliharaan ini akan terus menambah, karena perawatannya tidak terlalu ribet,” lanjutnya.

Udin memulai ternak ayam lidi pada 2020, dan yang menjadi kesulitan awal yakni karena adanya penyakit senot, jamur kulit, ataupun perubahan cuaca yang berakibat ayam mudah mati. Selain itu, dirinya juga memberikan vaksin setiap enam bulan sekali, dan memberi obat-obatan, seperti B complex dan tetra-chlor.

“Untuk makanan ayam ini tidak bisa asal-asalan. Yakni harus dikasih jenis makanan yang memiliki protein tinggi, dengan alasan agar tidak mudah terserang penyakit. Seperti jagung dan extra fuding,” jelasnya.

Dia berharap, supaya perternak miliknya ini dapat lebih berkembang lagi dan harga ayam ekor lidi tidak mengalami penurunan. Dirinya mengaku sekarang tidak ada lagi kesulitan dalam perawatan ataupu penjualan. (cr7/gih)