Terdampak Kebakaran Relokasi Pasar Johar MAJT Diberi Bantuan Modal Rp 4 Juta

KONDISI: Pedagang buah mengumpulkan dagangannya usai dilalap si jago merah di Relokasi Pasar Johar MAJT, beberapa waktu lalu. (DICKRI TIFANI BADI/ JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memastikan para pedagang terdampak musibah kebakaran Relokasi Pasar Johar Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), akan mendapatkan bantuan berupa permodalan. Mereka akan diberi uang tunai sebesar Rp 4 juta.

Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, akhir pekan lalu. Ia menjelaskan, bantuan tersebut merupakan kepedulian pemkot dengan pedagang agar bisa memulihkan perekonomian mereka.

“Nilainya 4 juta per pedagang. Tidak banyak tapi saya rasa ini bukti kepedulian dan cinta kita kepada teman-teman pedagang. Supaya mereka punya modal,” kata Hendi, sapaan akrabnya.

Namun apabila modal masih kurang, katanya, pihaknya sudah bekerja sama dengan dua bank yang siap membantu, yakni Bank Jateng dan BNI 46. Ia berharap pedagang bisa memanfaatkan fasilitas tersebut untuk membangun usahanya kembali.

“Dua bank ini sudah masuk menyasar para pedagang untuk menawarkan fasilitas kemitraan maupun kredit KUR untuk bisa dipakai pedagang menambah modal,” terangnya.

Selain itu, berdasarkan data dari Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang, pedagang yang terkena dampak ada 393 orang. Dari jumlah tersebut, 130 pedagang belum memiliki lapak karena masuk dalam kelompok dasaran terbuka (DT).

Nantinya kelompok itu, lanjut Hendi, akan bertempat di Shopping Center Johar (SCJ) yang saat ini masih proses pembangunan. Dirinya memprakirakan pembangunan SCJ selesai pada akhir Februari 2021 ini.

Saat disinggung masih ada pedagang tidak mau menempati lapak relokasi, pihaknya tidak memaksakan. Sebab, masih banyak pedagang lain yang ingin berjualan namun tidak mendapatkan lapak.

“Tapi kalau mereka emang gak mau, saya rasa masih banyak teman-teman yang pengen berusaha tapi tidak dapat lapak. Ya biarkan mereka mendapatkan kesempatan itu,” ujarnya.

Di sisi lain, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang merencanakan penyegelan terhadap 555 lapak kosong di Pasar Johar Cagar Budaya, hari ini (21/2). Nantinya, Satpol PP bakal menyegel selama 1 bulan. Satpol PP melakukan hal tersebut karena mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Semarang Nomor 9 tahun 2013 tentang penataan pasar.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto menegaskan, jika pedagang selama 3 bulan  lapaknya tidak ditempati, maka akan dikembalikan ke Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang.

“Saya akan lakukan penyegelan terhadap 555 lapak kosong yang dibiarkan, sesuai perda jika 3 bulan lapak tetap kosong atau tidak ditempati, maka akan ditarik lagi oleh Dinas Perdagangan,” tegasnya.

Ia memberikan kesempatan kepada pedagang dalam 15 hari setelah penyegelan untuk konfirmasi ke disdag. Jika tidak, dinas berwenang akan mengeluarkan berita acara penarikan (BAP) lapak tersebut.

“Disdag kami minta untuk membuat BAP setelah 1 bulan saya police line, nanti kita beri waktu 15 hari dari awal penyegelan apabila tidak diambil pedagang maka Dinas Perdagangan akan membuat BAP penarikan,” ucapnya.

Tak hanya itu saja, Fajar menjelaskan, penataan yang ada di Pasar Johar sudah dilakukan sejak September 2021 lalu. Sayangnya, hingga saat ini masih ditemukan sejumlah lapak kosong. “Kalau mau dipakai lagi ya harus mengajukan perizinan ke dinas perdagangan,” ucapnya. (dik/gih)