BANTUL, Joglo Jogja – Sup senerek, adalah makanan peninggalan khas Belanda. Makanan ini banyak dijumpai di Kota Magelang. Namun, rasanya sudah diubah dengan bumbu-bumbu yang sesuai dengan lidah orang jawa.
Sup senerek adalah makanan yang berbentuk sup berisi kacang merah. Selain khasnya kacang merah, juga terdapat bayam, wortel, dan irisan daging sapi.
Andi Widodo (47), salah seorang penjual sup senerek di Banguntapan, Bantul menjelaskan, bahwa ia senang memakan sup senerek. Bapak asal Magelang tersebut awalnya mengira sup senerek berasal dari kotanya.
“Saya tahu dari kecil, sup senerek yang jualan memang damai di dekat Museum Diponegoro dekat rumah saya. Begitu saya baca sejarahnya, ternyata makanan ini adalah peninggalan Belanda, tapi dengan nama yang berbeda. Kalau orang jawa bilangnya sup senerek,” ujarnya, Selasa (8/3).
Awal mula membuka usaha sup senerek, ia mengaku karena kesukaannya dengan makanan tersebut. Kemudian ia belajar memasak dari ibunya. Kemudian istrinya mendorongnya untuk membuka usaha tersebut.
“Dulu ibu saya sering bikin, saya juga paling ga seminggu sekali bikin. Terus istri nyaranin jualan, jadi baru jualan empat bulan ini,” ucapnya.
Ia menjelaskan, bahwa awalnya ia melakukan observasi. Sebab ia menggunakan bayam yang tidak tahan lama.
“Memang sup senerek itu kan sup kacang merah pakai bayam, wortel, daging sapi. Tapi kalau di Magelang sana menggunakan iga, jeroan, babat, paru, ati dibacem. Cuman kan selera dan disesuaikan dengan kemampuan, ada juga malah yang inovasi pakai kol. Kalau saya pakai bayam jadi masaknya dikit-dikit,” ungkapnya.
Selain bayam, ia juga melakukan observasi dengan kacang merah. Menurutnya kacang merah kering yang direndam semalaman cukup membuat kacang tersebut empuk.
“Saya pernah rendam kacang lama, eh keras. Makanya cukup direndam semalaman terus paginya direbus sekitar satu jam. Soalnya kalau kelamaan juga ternyata bikin keras,” katanya.
Ia mengaku sup senerek disukai banyak kalangan. Dari mulai anak kecil hingga orang tua.
“Awalnya pada nanya sup senerek apa, penasaran, coba. Karena buka dari pagi, sup buat sarapan, ada keluarga yang penasaran pesan. Kalau kesini pasti pesan sup senerek, anaknya juga kebetulan suka jadi ikut disuapi,” ucapnya. (ers/bid)










