DEMAK, Joglo Jateng– Kenaikan berbagai harga komoditas bahan pokok yang terjadi saat ini merupakan salah satunya dampak dari adanya perang antara Rusia dengan Ukraina. Hal ini dipicu karena adanya penerapan sanksi Uni Eropa terhadap Rusia serta adanya tantangan geopolitik yang terjadi di berbagai belahan dunia.
Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati usai sosialisasi UU Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD) yang berlangsung di Pendopo Pemkab Demak, Kamis (10/3).
Menurut Sri Mulyani, fenomena kenaikan harga-harga ditingkat global memang memberikan dampak di semua negara. Ia mengakui bahwa kenaikan harga yang saat ini terjadi merupakan kondisi geopolitik masalah perang antara Rusia dengan Ukraina atau langkah militer dari Rusia dan Ukraina.
“Karena memang suasana geopolitik yang terjadi di Ukraina itu mempengaruhi banyak hal. Terlebih adanya sanksi saat ini yang dilakukan kepada Rusia makanya dampaknya langsung ke ekonomi,” katanya.
Sri Mulyani mengungkapkan bahwa kejadian ini merupakan tantangan baru dalam pemulihan ekonomi di Indonesia. Setelah menghadapi pandemi Covid-19, kini pemerintah kembali dihadapkan dengan kenaikan pada beberapa harga komoditas.
“Pemulihan ekonomi di Indonesia dari Covid dihadapkan lagi dengan tantangan baru, yaitu suasana geopolitik dan adanya implikasi terutama terhadap harga-harga komoditas,” ucapnya.
Untuk mengatasi dampak terkait perang Rusia dan Ukraina serta kenaikan beberapa harga komoditas, Sri Mulyani menyampaikan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan kementerian dan antar lembaga lainnya sesuai arahan dari Presiden Jokowi. Pemerintah akan berusaha untuk mengatasi hal ini, baik dari sisi suplai, jumlah yang tersedia di masyarakat maupun dari sisi harganya.
“Karena ini banyak menyangkut komoditasnya, ada yang minyak, batu bara, gas dan kemudian bahan pangan lainnya. Jadi kita akan merumuskan cara namun juga dari sisi beban keuangan untuk memberikan bantuan atau subsidi tetap bisa sesuai dengan postur anggaran kita itu yang akan dicari,” paparnya. (cr3/gih)










