Soto Lenthok, Padukan Soto Bening dengan Singkong

NIKMAT: Proses penyajian soto lenthok dengan isian nasi, bihun, kol, tauge, suiran ayam, taburan seledri dan bawang merah. (ERNA SARI SUSANTI/ JOGLO JATENG)

BANTUL, Joglo Jogja – Berbicara tentang makanan tidak akan pernah ada habisnya. Salah satu makanan khas Yogyakarta yang sangat nikmat dan sayang untuk dilewatkan. Yaitu soto lenthok. Salah satu makanan berkuah bening, dengan topping lenthok yang terbuat dari singkong.

Salah satu penjual soto lenthok di Bantul, Rusbandi (71) dan Panut (60) menjelaskan, bahwa ia membuka warung soto lenthok sejak 2014 silam. Karena keinginan untuk melestarikan makanan yang khas ini.

Rusbandi menjelaskan, awalnya soto lenthok di jual di Yogyakarta dengan cara dipikul. Mereka berhenti di pinggir jalan untuk memperjual-belikannya.

“Dulu itu, soto lenthok dijualnya dengan cara dipikul. Dijual dipinggir-pinggir jalan,” ucapnya.

Lenthok sendiri adalah makanan yang terbuat dari singkong. Proses pembuatannya dengan cara merebus singkong. kemudian dihaluskan dengan menambahkan bumbu dan digoreng.

“Jadi soto lenthok itu, soto dikasih lenthok. Emang perpaduan yang cocok,” ucapnya.

Di warungnya sendiri, ia menyajikan soto lenthok lengkap dengan nasi, suiran ayam kampung, kol dan tauge. Selain itu juga ditambah bihun, taburan bawang merah, seledri dan lenthok.

“Kualitas ayam kampung disini dipilih yang jantan. Karena kalau betina banyak lemaknya. Kemudian untuk minum, airnya masih direbus dengan arang jadi terjaga kualitasnya,” ungkapnya.

Rusbandi menjelaskan, awal mula pembuatannya, ia melakukan banyak percobaan. Sehingga ditemukan perpaduan rasa yang enak seperti saat ini. Sebab, dalam pembuatan lenthok sendiri diperlukan berbagai teknik.

“Sebelumnya mencoba resep sendiri. Seperti dalam menggoreng lenthok misalnya, kalau minyak tidak panas ya bisa buyar lenthoknya,” tambahnya.

Ia menjelaskan, selama pandemi ini mereka sempat menutup warungnya. Bahkan, dulu ia memiliki beberapa cabang juga yang ikut ditutup.

“Dulu punya empat-lima cabang. Sampai akhirnya ditutup karena harus menggaji karyawan selama pandemi. Dulu juga, bisa dibeli secara online. Saat ini saya fokus di satu warung ini dengan dua karyawan,” tegasnya. (ers/bid)