Figur  

Lulus Kuliah Tanpa Skripsi, Ini Kisah Athi’ Mahasiswi Berprestasi UNY

Athi’ Nur Auliati Rahmah. (AFIFUDIN / JOGLO JATENG)

ATHI’ Nur Auliati Rahmah, mahasiswi berprestasi dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY ). Mempunyai cerita menarik dalam kelulusan studinya. Mahasiswi ini tidak melalui skripsi sebagai syarat kelulusan atau wisuda di di jenjang strata satu.

Mahasiswi yang akrab disampa Athi’ itu merupakan sarjana pendidikan fisika yang lulus dengan predikat cumlaude 3,4 tahun. Dan hebatnya, ia lulus dengan bebas skripsi melalui Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Keberhasilannya untuk diwisuda tanpa skripsi diawali pada 2021 lalu. Dimana dia dianugerahi medali emas di ajang Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) divisi poster digital yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbudristek.

“Di kemudian hari, prestasi ini diapresiasi kampus saya UNY sebagai RPL, sehingga aku bisa wisuda tanpa skripsi,” Ungkapnya belum lama ini.

Medali emas LIDM pun tidak menghentikan dirinya untuk terus mendulang berprestasi. Sambil menunggu proses konversi skripsi dari pelaporan LIDM, Athi’ kembali mendapat Juara 1 Talent Challenge. Dalam acara Persembahan Puncak Prestasi Talenta Indonesia akhir tahun 2021 yang juga diselenggarakan oleh Puspresnas.

Karya desain poster itu pun dia langsung kirim dalam ajang LIDM yang mengusung topik kesetaraan gender dan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kemendikbudristek.

Karya ini diubah dari artikel ilmiah yang sebelumnya dia susun dari pengabdian program Kampus Mengajar Angkatan 1 di pelosok Madura yang diselenggarakan Kampus Mengajar, salah satu program MBKM Kemendikbudristek.

Atas prestasinya itu, Athi’ mengucapkan terima kasih kepada dosen, tenaga pendidik, birokrasi, dan civitasakademik.Yang telah memfasilitasinya untuk mengikuti kegiatan-kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Karena melalui para dosen dan peran penting semua pihak di kampusnya tersebut, dia pun telah mendapat berbagai ilmu dan pengalaman berharga. Untuk menyongsong masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (fif/bid)