Tetap Bugar Saat Lebaran

Oleh: H. Teddy Wahyu Nugroho, M.Kes  
Anggota PC RMI PCNU Kota Semarang & Dosen FK UNDIP Semarang

DI bulan Ramadan, sebagian orang memilih bermalas-malasan. Hal tersebut karena banyak yang meyakini bahwa tidurnya orang puasa mendapat pahala, seperti pada hadits berikut yang artinya, “Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Diamnya adalah tasbih. Do’anya adalah do’a yang mustajab. Pahala amalannya pun akan dilipatgandakan.” (HR. Al-Baihaqi) Kemudian, hadist tersebut dilemahkan oleh AL-Albani dalam Silsilah Ad-Dhaifah no. 4696, “Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk bermalas-malasan lagi.”

Mengutip hasil penelitian bahwa tubuh yang aktif melakukan olahraga saat puasa akan memperlancar metabolisme, menjaga berat badan, menurunkan risiko penyakit jantung serta diabetes, dan menjaga tubuh tetap bugar. Nabi Muhammad Saw telah bersabda dalam hadits yang menerangkan nikmat sehat yaitu, “Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang.” (HR Bukhari) Selain itu, dari Abu Hurairah r.a. bahwa “Rasulullah Saw bersabda, “Orang mukmin yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mukmin yang lemah.

Menjalankan aktivitas fisik ringan atau olahraga secara rutin saat berpuasa sangat disarankan. Durasi olahraga 30-60 menit per hari (150 menit tiap minggu). Oleh karena itu, perlu beberapa hal yang harus diperhatikan agar tidak mengganggu puasa yaitu pola makan, waktu olahraga serta jenis olahraga.

Berdasar hasil penelitian, perbedaan pola makan pada bulan Ramadan hanya terletak pada jam makan. Dari tiga kali jam makan dalam sehari menjadi dua kali sehari selama puasa. Selain asupan makanan, asupan cairan selama berpuasa juga perlu diperhatikan. Asupan cairan sebaiknya tetap 8 gelas per hari dengan rincian 3 gelas saat sahur, 2 gelas saat berbuka puasa, 2 gelas setelah salat tarawih dan 1 gelas saat akan tidur.

Penentuan waktu untuk berolahraga saat berpuasa sangatlah penting. Ada dua waktu yang disarankan, yaitu 1,5 jam sebelum berbuka puasa dengan intensitas olahraga rendah serta 1 jam setelah berbuka puasa dengan intensitas olahraga sedang. Namun, perlu diingat jika akan olahraga setelah berbuka puasa, maka saat berbuka puasa sebaiknya makan makanan secukupnya.

Hal lain yang perlu diperhatikan ialah jenis olahraga yang disarankan saat berpuasa, seperti sit up, push up, mount climbing, jalan di tempat, melompat, gerakan peregangan/pemanasan serta fitness/gym. Khusus untuk fitness/gym, sebaiknya dilakukan 1 jam setelah berbuka puasa dan dilakukan hanya dua kali dalam satu minggu. Selain olahraga, ada aktivitas fisik ringan yang biasa dilakukan yaitu menyapu, mengepel, serta menyetrika.

Berikut tips agar puasa tetap fit yaitu kurangi rebahan, istirahat cukup, dan penuhi asupan makan saat sahur dan buka puasa. Wallahu a’lam bisshowab. (*)