Raup Puluhan Juta Sebulan, Burjo Nusantara Tawarkan Konsep Kekinian untuk Gaet Anak Muda

SERU: Penampilan live music di Burjo Nusantara, belum lama ini. (DOK. PRIBADI / JOGLO JATENG)

Anak muda, khususnya mahasiswa sering makan di burjo karena murah. Ditambah konsep yang lebih kekekinian ala kafe, Burjo Nusantara bisa menjadi favorit.

MAKANAN burjo kerap menjadi tempat favorit karena harga yang ditawarkan sangat terjangkau. Menu sederahan seperti orak-arik cukup diminati banyak orang. Ditambah konsep kekinian, membuat anak muda semakin tertarik nongkrong.

Owner Burjo Nusantara, Danar Marendra juga mengaku suka dengan menu-menu di burjo. Dari situ, ia merintis usaha Burjo dengan konsep kekinian. Sebab dia menilai Burjo pada umumnya hanya sekadar makan dan minum saja. Berangkat dari situ, burjonya menyediakan fasilitas karaoke, live musik, hingga billiard.

“Awalnya saya suka dengan menu burjo, karena menunya simpel, murah dan enak. Tapi kadang, saya kurang menemukan gregetnya kalau makan di burjo. Karena hanya datang makan, minum terus pulang. Itu saya menilai burjo kebanyakan yang ada di Kota Semarang, terkesan monoton,” kata Danar saat dihubungi Joglo Jateng, Rabu (11/5).

Ia mengatakan, burjo pada umumnya terkesan tidak ada hal yang bisa dilakukan oleh pengunjung selain makan dan minum. Akhirnya, kata dia, Burjo Nusantara yang terletak di Jalan Ki Mangunsarkoro, Brumbungan, Kecamatan Semarang Tengah miliknya itu mengusung konsep burjo kekinian selayaknya kafe.

“Konsepnya adalah menyediakan fasilitas yang disukai anak-anak muda. Contoh di Semarang lagi tren, karaoke atau live musik rutin digelar tiap harinya. Tak hanya karaoke saja, billiard juga ada,” ungkapnya.

Meskipun menciptakan suasana kafe, Danar menyebut menu makanan dan minuman hampir sama pada burjo lainnya. Meskipun, Burjo Nusantara memiliki menu andalan tersendiri, salah satunya olahan sapi iga.

“Hampir sama dengan burjo lainnya. Seperti  nasi orak orak, nasi goreng, Indomie, minuman sachet kita ada. Konsep burjo, menciptakan nuansa kafe. Tapi ada menu andalan kita, yaitu sapi iga,” tuturnya.

Saat ditanya apakah dengan fasilitas yang ditawarkan itu mempengaruhi harga menu makanannya, Danar mengatakan, menu di Burjo Nusantara sangat relatif. Ada yang murah dan lumayan mahal.

“Jadi ada menu makanan harga burjo ada juga yang harga kafe. Misal kita ada Indomie dari harga 10 ribu. Kita punya menu andalan sapi iga. Yang dibanderol 55 ribu per porsi,” jelasnya.

Disinggung apakah fasilitas karaoke dan billiard diberikan secara cuma-cuma alias gratis, ia mengaku jika karaoke gratis siapapun boleh memakai, namun jika billiard pihaknya menarik pungutan biaya.

“Kalau untuk billiard, kita ada biaya paketnya yang jelas lebih murah daripada billiard di luar. Contoh, 1 paketnya 35 ribu free 13 teh,” ucapnya.

Danar mengakui bisnisnya masih terbilang baru, yakni berdiri pada 26 Maret lalu. Namun antusias pengunjung sangat tinggi, karena adanya keberadaan fasilitas tersebut.

“Customer yang datang di sini semua kalangan. Karena kami rutin menyelenggarakan live musik untuk anak muda, serta pasarnya orang orang dewasa seperti musik nostalgia,” tuturnya.

Disinggung berapa omzet dari bisnisnya itu, ia menyebut per bulan ia mampu mencapai puluhan juta dari hasil dagangannya. “Meski terbilang masih baru, di awal bulan kemarin omzetnya kurang lebih 35 juta hampir 40 juta,” jelasnya.

Kedepannya, pihaknya akan membuat gebrakan baru agar burjonya menjadi favorit bagi warga Semarang dan perantauan. “Seperti bazzar event membuka tempat stand yang ingin berjualan pakaian. Harapan saya, burjo semakin dikenal banyak orang terutama komunitas. Karena kita ingin maksimalkan fasilitas yang ada untuk mewadahi komunitas,” paparnya. (dik/gih)