RSJD Surakarta Miliki Alat Pembersih Karang Gigi Modern

PERIKSA: Kepala instansi Gigi dan Mulut RSJD Surakarta,drg Budiyanto sedang melakukan pembersihan karang gigi pasiennya di RSJD Surakarta, belum lama ini. (HUMAS / JOGLO JATENG)

SURAKARTA, Joglo Jateng – Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Surakarta memiliki layanan scaling gigih dengan alat modern yang dikenal dengan ultrasonic scaler. Cara tersebut merupakan cara paling efektif untuk menghilangkan karang gigi.

Dokter Gigi RSJD Surakarta, drg Budiyanto menjelaskan, terbentuknya karang gigi disebabkan adanya plak yang mengeras dan menempel pada leher gigi, terutama paling banyak di rahang bawah. Menurutnya, karang gigi juga bisa terbentuk karena pengaruh air liur yang basah atau Ph-nya tinggi.

Selamat Idulfitri 2024

Namun, lanjutnya, jangan khawatir karena karang gigi bisa dicegah. Ada beberapa cara untuk membersihkan karang gigi antara lain, sikat gigi secara teratur, makan makanan yang berserat seperti sayur dan buah-buahan.

Baca juga:  Yoga Bantu Dorong Metabolisme saat Berpuasa

Tak hanya itu, ada cara yang paling efektif yaitu mendatangi dokter gigi untuk melakukan scaling dengan bantuan alat yang modern.

“Karang gigi itu keras dan rekat yang tidak bisa dibersihkan sendiri dengan sikat gigi. Harus ke dokter gigi untuk membersihkan dengan cara scaling. Scaling itu pembersihan karang gigi bisa dengan alat manual, bisa dengan alat ultrasonik scaller. Tempat kita gunakan ultrasonik scaller, serta lebih hampir tidak menyakitkan karena pakai getaran,” jelasnya.

Budiyanto menyebut, kebanyakan orang yang terkena karang gigi yaitu orang dewasa. Jika seseorang sudah pernah punya karang gigi disarankan datang ke dokter gigi secara rutin minimal setengah tahun untuk kontrol.

Baca juga:  Yoga Bantu Dorong Metabolisme saat Berpuasa

Saat ditanya apakah merokok dan minuman keras penyebab timbulnya karang gigi, Budiyanto menyebut tidak terlalu besar pengaruh bagi orang perokok dan peminum.

“Perokok dan peminum tidak terlalu besar pengaruhnya terbentuknya karang gigi. Pengaruh lebih besar dari air liur. Berdasarkan penelitian air liur yang basah lebih cepat terbentuknya karang gigi,”katanya.

Menurutnya, tidak semua orang bisa terkena karang gigi. Tetapi berdasarkan survei, sebayak 68 persen penduduk Indonesia mempunyai karang gigi. Artinya, persentase tersebut terlihat cukup tinggi.

“Itu berdasarkan survei beberapa tahun yang lalu, air liur basah kalau diukur Ph-nya. Kalau dia basah, rata rata terkena karang gigi. Namun kalau asam, rata-rata tidak terkena karang gigi. Jika di wilayah Solo, kasusnya cukup banyak diperkirakan ada 25 persen pasien yang datang ke RSJD,” paparnya. (dik/gih)