UMKM  

Motif Batik Miliki Makna

BEKERJA: Proses pembuatan batik di IKM Wisata Batik Pati Yuliati-Warno, belum lama ini. (DOK. PRIBADI / JOGLO JATENG)

BERBAGAI motif batik tidak asal dibuat. Ia memiliki makna yang ingin disampaikan. Dari mulai motif batik bermakna kesenangan hingga simbol kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Pemilik IKM Batik Pati Yuliati-Warno, Tamziz Al Anas, saat ditemui belum lama ini. Menurutnya, para pembuat perlu memahami corak ragam dalam memproduksi batik. Seperti pembuatan batik dalam beberapa motif klasik, setiap nama biasanya memiliki arti masing-masing.

“Kalau untuk motif klasik sudah ada artinya. Seperti Sidomukti untuk acara adat atau mantenan. Jadi mengandung makna mukti atau terwujudnya impian. Kemudian batik parang identik dengan ombak kencang. Artinya, semangat membara yang biasanya dipakai panglima perang,” jelasnya.

Sedangkan batik Pati yang legendaris motif Bumi Mina Tani. Yakni di dalamnya ada motif padi, bandeng, kacang, kapas, jagung.  Di mana motif tersebut mengandung makna hasil bumi masyarakat Pati.

Tamziz menjelaskan bahwa jenis batik yang ia buat terbilang beragam. Dari mulai batik tulis, batik semi tulis, dan batik cap. Selain itu, penjualan batik tersebut cukup ramai peminat.

“Karena harga batik Yuliati Warno ini cukup murah menawarkan opsi pilihan harga. Batik miliknya kini sudah dipesan ke seluruh Indonesia, mulai dari Aceh, Kalimantan hingga Papua,” katanya.

Sedangkan terkait harga, produk miliknya tersebut tergolong beragam. Dari mulai dari Rp 80 ribu hingga Rp 2 juta. Lebih jelasnya, harga tersebut masih berupa kain belum berbentuk pakaian.

IKM Wisata Batik Pati tersebut dicetuskan mulai tahun 2015 silam. Hingga saat ini, Tamziz sudah memiliki 10 orang karyawan untuk memproduksi batik. Dan setiap orangnya memilki tugas berbeda. Dari menggambar, canting, pewarna, dan pelorot. (lut/gih)