Pati  

Tekena PMK, Pedet Banyak yang Mati

Kabid Pertenakan Dispertan Pati, Andi Hirawadi. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati menyebut pedet atau anak sapi banyak yang mati saat tertular Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Adapun jumlah kematian sekitar 50 persen dari yang meninggal.

Kepala Bidang (Kabid) Pertenakan Dispertan Pati, Andi Hirawadi mengungkapkan, hewan suspek PMK telah mencapai ribuan. Sedangkan kasus kematian hewan ternak akibat PMK di dominasi anak sapi atau pedet.

“Sementara ini, yang mati sekitar 50 hewan. Terus yang paling banyak pedet, karena kalau terkena susah di obati. Karena daya tahan tubuhnya juga masih rendah. Jadi jarang tertolong yang di bawah satu tahun itu,” terangnya, belum lama ini.

Pihaknya telah bebapa kali menangani pedet terkena PMK, namun banyak yang tidak tertolong. Ia menyebut, dari jumlah hewan kasus hewan meninggal karena PMK, sekitar 50 persennya merupakan pedet.

Terkait upaya penanganan kedepan, selain vaksinasi, pihaknya akan memberikan sosisalisasi ke desa-desa. Sosialisasi tersebut dilakukan melalu PPL dan dokter-dokter hewan.

“Sosialisasi yang diberikan kepada peternak adalah untuk menjaga kebersihan kandang dan melaporkannya jika ada ternak yang sakit. Kalau pencegahannya sendiri di kasih vitamin, air minum, dan jamu,” tuturnya.

Pihaknya juga berharap supaya peternak jaga membeli ternak terlebih dahulu. Sehingga, tidak terjadi penularan PMK pada hewan ternak.

“Jangan sampai ada hewan masuk keluar kandang, terutama pedagang ternak. Karena takutnya membawa penyakit,” tegasnya. (lut/abd)