Pati  

Kuatkan Potensi Lokal, Genjot Penjualan Nila Salin

MERAWAT: Terlihat petambak di Desa Tunggulsari sedangkan memberi makan ikan nila salin, belum lama ini. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Kabupaten Pati memiliki komoditas baru yang menjadi salah satu potensi lokal unggulan, yakni nila salin. Melihat potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati segera menggenjot penjualan ikan nila salin secara massif.

Wakil Bupati Pati, Saiful Arifin mengatakan, penjualan nila salin sudah tersebar luas di sejumlah daerah. Mulai dari Semarang, Solo dan Sidoarjo. Meskipun begitu, pihaknya akan terus meningkatkan penjualan komoditas berbasis lokal tersebut.

“Nila salin menjadi salah satu potensi lokal kita. Tentunya, penjualan akan lebih ditingkatkan lagi. Saat ini, penjualan sudah ke luar daerah di sejumlah pasar tradisional. Namun kita akan terus kembangkan lagi,” ucapnya.

Dirinya menuturkan, budidaya nila salin terletak di sejumlah kecamatan. Dari mulai Tayu, Margoyoso, dan Dukuhseti. Sedangkan luasan lahan budidaya nila salin di Pati diperkirakan mencapai 900 hektare.

Saiful juga menyatakan bahwa nila salin telah menjadi komoditas primadona di kalangan masyarakat. “Nila salin lebih di sukai masyarakat ketimbang nila biasa. Karena rasanya lebih gurih,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati Edy Martanto, melalui Kabid Perikanan Budidaya, Dwi Endang Subekti menjelaskan, terdapat tiga kawasan yang menjadi sentra nila salin di Kabupaten Pati. Di antaranya Tayu, Margoyoso, dan Dukuhseti.

“Sentra ikan nila berada di Kecamatan Tayu, Margoyoso, Dukuhseti. Tapi juga ada wilayah lain yang ada air tawar. Jadi ada beberapa spot-spot lain, seperti Juwana, Wedarijaksa, dan Trangkil,” jelasnya.

Sejauh ini, lanjut Endang, penjualan nila salin sudah mampu terserap di sejumlah pasar tradisional lokal ataupun luar daerah. Hal itu dikarenakan tingkat konsumsi masyarakat yang terbilang tinggi.

Selain itu, tingkat produksi nila salin setiap tahun juga mengalami peningkatan. Berdasarkan data dari DKP Pati, pada tahun 2021, produksi ikan nila salin sebanyak 4.884 ton. Sedangkan di tahun 2020 sejumlah 3.947 ton. (lut/abd)