Pati  

Pemdes Diminta Bantu Investor Masuk Desa

Bupati Pati, Haryanto (HUMAS/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengimbau agar Pemerintah Desa (Pemdes) turut membantu investor yang akan berinvestasi di desa. Hal tersebut diungkapkan dalam pembinaan aparatur Pemerintah Desa di Kecamatan Batangan dan Kecamatan Juwana. Selasa (2/8).

Bupati Pati, Haryanto mengajak para kades untuk menyikapi berbagai persoalan yang ada. Menurutnya, banyaknya regulasi yang kadang terjadi ketimpangan yang akhirnya membuat ragu untuk mengambil keputusan. Hal itu dinilai dapat menghambat investasi dan pelayanan masyarakat serta perijinan yang ada dan regulasi yang lain.

“Kalau ada investor harus dibantu, jangan malah dipersulit. Karena investor itu sangat membantu pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja. Tujuannya apa, tujuannya adalah ada investor di situ kita supaya bisa kerja. Kemarin di Juwana saya mengadakan temu pengusaha itu sudah direspons. Mudah-mudahan nanti berdampak baik,” terangnya, Rabu (3/8).

Selain itu, Haryanto juga memberi arahan agar data kemiskinan dan penerima bantuan-bantuan disesuaikan. Sehingga tidak terjadi ketimpangan. Melalui data tersebut, nantinya pemerintah dapat memfasilitasi melalui kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Dengan melibatkan Kepala OPD, nantinya angka kemiskinan di Kabupaten Pati ini akan mengalami penurunan. Karena, yang tadinya tidak mendapatkan bantuan akhirnya mendapatkan bantuan karena sudah terdata.

Haryanto berkisah, pada saat awal dirinya menjabat, angka kemiskinan di Kabupaten Pati sebesar 13,6 %. Kemudian di 2018 mengalami penurunan menjadi 9,4 %. Dan di tahun 2022 kembali naik menjadi 10 % karena adanya pandemi Covid-19. “Sangat berdampak hampir semua, mesti podo nggremeng kabeh karena dana desa dipotong 40% kanggo BLT,” tandasnya.

Di akhir arahannya, Bupati Haryanto meminta maaf jika selama kepemimpinannya ada kekurangan atau ketidakpuasan baik dari masyarakat ataupun para kepala desa. “Kulo niki entek tanggal 22 Agustus, ya maune apik mbalike apik. Oleh karena itu, jujur saja mesti ono kekurangane luwih akih dibandingno kelebihane, saya dan Pak Wakil mohon maaf. Nak tugas itu iso berhenti. Tapi seduluran iso saklawase,” pungkasnya. (hms/abd)