SETELAH mendapatkan beragam ilmu dan pengalaman semasa kuliah, Mei Linda memutuskan ikut membantu mendirikan sebuah komunitas literasi di desanya. Aktivitas itu ia jalankan hanya dengan niatan untuk berbagi ilmu.
Perempuan akrap disapa Mei itu menceritakan, saat menempuh pendidikan strata 1 di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, dirinya terhitung aktif mengikuti sejumlah organisasi kampus. Sehingga jiwanya sosial bisa terbentuk.
Setelah selesai menyelesaikan perkuliahan, gadis kelahiran Pati itu bersama temannya mendirikan sebuah komunitas bernama Rumah Belajar Inovatif Kreatif (RUBIK). Dengan ikut aktif di organisasi itulah, ia bisa membagikan ilmunya.
“Setelah saya lulus, merasa tergugah lagi jiwa sosialnya. Di RUBIK ini tempat saya berbagi, bukan pakai materi, kita punya ilmu yang bisa dibagikan,” katanya, belum lama ini.
Dia mengatakan, organisasinya itu menyasasar anak-anak supaya mendapat ilmu tambahan selain sekolah formal. Meskipun, saat ini belum terlalu teratur. “Kita memang targetkan anak-anak. Namun SDM-nya masih seleksi alam, ada yang bertahan dan ada yang hanya sebentar,” ungkapnya.
Perempuan yang hobi menyanyi itu menjelaskan, RUBIK memiliki sejumlah progam kerja. Salah satunya lapak baca yang menfokuskan anak-anak di Desa Tluwah dan sekitarnya.
“Kita setiap hari ada kegiatan. Kalau harapannya, RUBIK merupakan satu hal yang perlu saya pertahankan, karena bisa ikut berbagi ilmu yang saya punya,” ucapnya. (lut/gih)










