KUDUS, Joglo Jateng – Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Measles-Rubela (MR) dan vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) di seluruh Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kudus masih terus berlangsung. Program ini sudah dimulai sejak awal September hingga akhir September yang akan datang.
Pelaksanaan vaksinasi tersebut telah terjadwal dalam pusat kesehatan masyarakat yang tersebar di 19 puskesmas di Kudus dengan jadwal yang berbeda-beda. Berdasar data yang diperlihatkan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, ketersediaan vaksin tidak mencukupi bagi semua sasaran.
Subkoordinator Surveilans dan Imunisasi DKK Kudus Aniq Fuad menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi tersebut sudah dijadwalkan sesuai dengan ketersediaan SD/MI dan pihak puskesmas. Maka itu, pelaksanaan berlangsung dengan jadwal berbeda-beda. Terlebih beberapa SD/MI menunggu pelaksanaan kegiatan Penilaian Tengah Semester (PTS) selesai.
Tiap puskesmas telah memiliki data masing-masing terkait jumlah sasaran dan ketersediaan vaksin. Dari data-data tersebut, terlihat jumlah vaksin HPV yang ditujukan untuk anak perempuan kelas lima SD/MI telah sesuai dengan sasaran yang dituju.
Namun, untuk vaksin MR yang digunakan untuk BIAS bagi laki-laki maupun perempuan dikelas satu SD/MI tidak mencukupi. Saat ini ketersediaan vaksin MR untuk BIAS masih jauh untuk mencakup seluruh sasaran. “Karena adanya kekurangan vaksin tersebut, kami hanya bisa menunggu alokasi vaksin tersebut dari Provinsi,” terang Aniq.
Untuk saat ini, pelaksanaan vaksinasi tersebut di beberapa puskesmas telah selesai. Seperti di Puskesmas Gribig, Puskesmas Gondosari, Puskesmas Dawe, Puskesmas Mejobo, Puskesmas Jati, dan Puskesmas Ngembal Kulon. Sedang untuk beberapa puskesmas lainnya seperti Puskesmas Undaan, Puskesmas Ngemplak, Puskesmas Jepang, dan lainnya masih terus berlanjut.
“Memang pelaksanaannya berbeda-beda di tiap puskesmas. Jadi pelaksanaan vaksinasi ada yang sudah selesai dan ada juga yang terus berlanjut,” jelasnya.
Pihaknya berharap, dengan adanya vaksinasi tersebut anak-anak di Kudus dapat terhindar dari sakit yang sesuai dengan peruntukan vaksin-vaksin tersebut. Dan segera untuk kedepannya, semoga alokasi vaksin bisa sesuai dengan sasaran yang dituju. Sehingga vaksinasi tersebut dapat merata. (cr1/fat)










