Optimalkan Pembelajaran melalui Berbagai Media Visual versi Anak

Oleh: Diyar Suripno, S.Pd.
Guru SDN 02 Kuta Bantarbolang, Kec. Bantarbolang, Kab. Pemalang

KEBERHASILAN proses pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: guru, model pembelajaran, peserta didik, dan media pembelajaran yang digunakan. Guru harus dapat menciptakan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik dan membekali mereka untuk dapat terjun ke masyarakat. Model pembelajaran yang disajikan hendaknya benar-benar mengaktifkan peserta didik dan mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dan sanggup menyelesaikan masalah.

Selamat Idulfitri 2024

Kemampuan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran juga harus dioptimalkan. Media pembelajaran juga turut menunjang keberhasilan proses pembelajaran. Melalui program PINTAR dan Tonoto Fondation sebagai yayasan filantropi yang bertujuan memajukan pendidikan di Indonesia, media dapat juga berupa hasil karya siswa yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar.

Salah satu media pembelajaran yang digunakan sebagai alternatif media mudah dan murah adalah komik. Komik merupakan rangkaian gambar cerita yang disajikan dengan ilustrasi dan percakapan sehingga menarik untuk dibaca. Media ini merupakan media yang dibuat dan mudah diterima oleh peserta didik. Penggunaan media komik tidak hanya untuk pembelajaran Bahasa Indonesia saja, tetapi media komik juga dapat digunakan untuk materi muatan pelajaran yang lain dengan cara menyisipkan materi pada isi ceritanya.

Komik yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran juga dapat dibuat sendiri oleh peserta didik. Misalnya dalam pembelajaran materi hak dan kewajiban dalam muatan pembelajaran Pendidikan Pancasilan dan Kewarganegaraan (PPKn) yang biasanya cenderung membosankan. Media komik juga dapat digunakan untuk pembelajaran materi matematika yang biasanya hanya disajikan dengan pemberian soal dan penghafalan rumus-rumus.

Melalui penggunaan media komik, materi yang disajikan dalam pembelajaran akan lebih menarik dan sangat menyenangkan bagi peserta didik. Dengan motivasi dan bimbingan guru, peserta didik dapat menuangkan ide mereka dalam bentuk visual. Pembelajaran yang telah mereka pelajari dapat mereka sajikan kembali dalam bentuk berbeda sesuai dengan imajinasi mereka.

Penyajian dalam bentuk komik juga biasanya langsung terkait dengan kehidupan sehari-hari mereka, sehingga peserta didik merasa pembelajaran yang mereka alami bermanfaat untuk mereka masing-masing. Hal ini akan memperkaya ide dan gagasan mereka. Masing-masing peserta didik mempunyai kemampuan yang berbeda dalam menuangkan ide. Peserta didik yang kurang terampil dalam mengungkapkan ide melalui tulisan atau lisan terkadang lebih dapat berkreasi melalui bentuk visual. Dampak dari penerapan media yang tepat adalah tercapainya tujuan pembelajaran.

Media visual yang lain yang mudah dan murah yaitu minibook. Minibook merupakan buku kecil yang dapat dibuat dengan melipat selembar kertas menjadi delapan atau enam belas bagian menurut kebutuhan. Isi dari minibook juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Biasanya minibook berisi rangkaian materi yang disajikan berulang-ulang oleh pembuatnya. Peserta didik yang terbiasa menggunakan minibook akan lebih berkreasi dalam menyajikan ringkasan materi versi mereka.

Bigbook juga merupakan media yang sangat membantu peserta didik memahami materi pembelajaran. Bigbook mengutamakan keterbacaan dan daya tarik sehingga peserta didik akan sangat menikmati pembelajaran yang disajikan. Media ini tidak hanya dibuat oleh guru, peserta didik juga dapat menuangkan ide mereka melalui bigbook yang mereka buat sendiri. Penggunaan media ini tidak hanya untuk kelas rendah karena dalam bigbook materi pembelajaran muatan pelajaran apa pun dapat disisipkan. Kreativitas dalam menggunakan huruf, kata, dan gambar dapat menunjang keberhasilan bigbook untuk mentransfer materi pembelajaran. Kreativitas peserta didik juga akan semakin berkembang.

Kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Kegiatan yang mengaktifkan dan mengoptimalkan kemampuan peserta didik merupakan kegiatan yang sangat diperlukan dalam menghadapi era global sekarang ini. Peserta didik tidak hanya menerima pengetahuan di sekolah tetapi mereka juga dapat menerapkannya dalam kehidupan keseharian mereka. Untuk itu, peran guru tidak hanya sebagai penransfer ilmu saja tetapi juga sebagai motivator, fasilitator dan inovator pembelajaran. (*)