UMKM  

Menilik Kampung Mebel di Sragen

FOKUS: Karmadi saat menyerut kayu untuk bahan mebel di halaman rumahnya, belum lama ini. (MUHAMMAD AGUNG PRAYOGA/JOGLO JATENG)

Tak hanya di Kabupaten Jepara, produksi mebel juga dilakukan di berbagai daerah. Salah satunya di Kabupaten Sragen. Bahkan, di Sragen terdapat kampung mebel.

DI dalam dunia pertukangan, khususnya di bidang seni ukir, kiblat dari kesenian itu sendiri terdapat di Jepara. Namun, di Sragen terdapat kampung mebel, tepatnya di Dukuh Wonosari, Kelurahan Samberembe, Kecamatan Kalijambe.

Meski terdapat kesamaan, yakni berjibaku di dunia kayu dalam hal ini adalah ukir, Sragen mengakui ketelatenan orang Jepara dalam membuat karya seni (ukir). Hal tersebut, disampaikan oleh Kirmadi (40), pekerja ukir di Dukuh Wonosari, Sragen.

“Kami pengen cepet dan pindah ke proyek baru, sehingga tidak butuh waktu yang lama dalam membuat seni ukir, ucap saja seperti almari atau meja rias, sebab ukir-ukiran tidak terlalu rumit,” paparnya saat ditemui Joglo Jateng, belum lama ini.

Sementara itu, ia melanjutkan, berbeda dengan pekerja seni ukir di Jepara yang ulet dan telaten. Namun, kekurangan terdapat pada durasi yang lama, sehingga dipakai untuk kejar target sedikit sukar.

“Ketelatenan dan totalitas perihal ukir, hingga sekarang masih dipegang oleh Jepara. Tapi, kelemahannya ada pada lambatnya produksi, sebab pabrik atau konsumen terkadang membutuhkan waktu yang cepat, karena segera dipakai,” lanjut dia.

Meski demikian, pihaknya menambahkan, untuk kualitas antara Sragen dengan Jepara bisa dibandingkan. Karena secara jenis atau bahan dalam pembuatan produk, sama saja dengan teknik yang tidak jauh berbeda.

“Soal teknik kurang lebih sama, apalagi kayu (bahan) tidak jauh beda, sebab kami siap pakai kayu apapun sebagaimana yang dikehendaki oleh konsumen,” terangnya.

Di sisi lain, pembelajaran pekerja seni ukir yang ada di Sragen ini, menurutnya, merupakan usaha turun menurun. Sehingga tidak bisa dideteksi kapan kesenian ini mengada dan diwariskan ke anak cucu.

“Tidak tahu ya mas, sudah belajar sejak SD sama orangtua. Kemudian, kami belajar juga otodidak, kadang main ke tetangga yang Jepara belajar bareng ukir, gitu,” pungkasnya. (cr2/gih)