Kudus  

Inovasi, Museum di Kudus Gelar Museum Keliling

ANTUSIAS: Suasana museum situs purbakala patiayam keliling di Desa Wisata Dukuhwaringin, Dawe, Kudus, Selasa (25/10/2022). (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Museum-museum di Kudus terus lakukan inovasi guna kemajuan. Kali ini, Museum Purbakala Patiayam dan Museum Kretek melakukan museum keliling di beberapa desa wisata di Kudus. Pelaksanaan dimulai pada Selasa (25/10), hingga Kamis (3/11) mendatang.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Museum dan Taman Budaya Kudus Yusron menjelaskan, museum Purbakala Patiayam dan Museum Kretek menggelar museum keliling ke lima kecamatan di Kabupaten Kudus.

Kegiatan tersebut ditujukan dalam rangka upaya inovasi dan peningkatan pelayanan museum. “Kemarin pelaksanaan museum keliling pertama kali. Kegiatannya dilakukan di Desa Wisata Dukuhwaringin, Kecamatan Dawe,” terangnya.

Inovasi museum keliling tersebut baru pertama kali dilakukan. Saat ini, pelaksanaan masih dalam tahap uji coba dan masih perlu dikembangkan lagi kedepannya.

Untuk sementara ini, museum keliling memang belum menampilkan koleksinya. Hanya melakukan semacam sosialisasi terkait informasi museum.

“Kedepannya akan terus kami coba kembangkan. Semoga tahun depan Museum keliling bisa aktif berjalan dan dapat menampilkan koleksi-koleksinya,” harapnya.

Pihaknya memaparkan, untuk museum situs purbakala patiayam keliling dilakukan pada Selasa (25/10) lalu di Desa Wisata Dukuhwaringin Dawe, Selasa (1/11) mendatang di Desa Wisata Gondosari Gebog. Sementara untuk museum kretek keliling akan dilakukan pada Rabu (26/10) di Desa Wisata Karang Rowo Undaan.

“Museum kretek keliling dilakukan di tiga kecamatan. Rabu (26/10) di Desa Wisata Karang Rowo Undaan, Kamis (27/10) di Desa Langgar Dalem Kota, dan Kamis (3/11) di Desa Wisata Temulus Mejobo,” imbuhnya.

Dalam pantauan museum keliling di Kecamatan Dawe, puluhan pengelola desa wisata ataupun kelompok sadar wisata (Pokdarwis) antusias mengikuti kegiatan tersebut. Dengan adanya museum keliling tersebut, diharapkan para pengelola desa wisata atau Pokdarwis dapat memahami informasi terkait museum.

“Yang menjadi pemateri itu dari tim MGMP sejarah didampingi kami. Harapannya mereka bisa ikut mempromosikan dan menjelaskan kepada pengunjung desa wisata terkait museum-museum di Kudus,” ujarnya. (cr1/fat)