Kepala Daerah Diminta Tanggap Hadapi Nataru

PAPARAN: Mendag Zulkifli Hasan bersama Menteri BUMN Erick Thohir saat berkunjung ke Pasar Rasamala Banyumanik, Semarang, belum lama ini. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) meminta seluruh kepala daerah di kabupaten/kota di Indonesia untuk tanggap menghadapi perayaan Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023. Hal itu mengingat beberapa komoditas bahan pokok mengalami kenaikan harga seperti yang sudah-sudah.

Pernyataan ini ditegaskannya dalam Rapat Koordinasi Nasional Menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 yang digelar di Hotel Padma Kota Semarang, belum lama ini. Oleh karena itu, ia mendorong bupati/ wali kota untuk turun langsung ke lapangan mengecek stabilitas harga.

Sebelum itu, Mendag Zulhas bersama Menteri BUMN Erick Thohir juga sempat berkunjung ke Pasar Rasamala Banyumanik, Semarang. Sejumlah komoditas ditemukannya mengalami pergerakan harga.

“Seperti telur mencapai Rp 30 ribuan juga cabai rawit, tapi ada yang turun juga seperti ayam semua kita pantau menghadapi Nataru nanti supaya kita sama-sama menjaga tingkat inflasi ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Zulhas meminta seluruh kepala daerah di kabupaten/kota untuk mengambil sikap apabila terjadi kenaikan harga sembako di atas 5-10 persen. Terlebih saat ini distribusi tarif angkutan yang mahal membuat beberapa komoditas mengalami kenaikan. Jika kenaikan di atas 5 persen, pemda bisa memberikan subsidi untuk membiayai ongkos pengiriman.

“Kalau ada kenaikan harga sampai 5 persen, maka pemda harus turun membantu subsidi ongkosnya dan subsidi harga. Ada dana cadangan tidak terduga sebesar dua persen di masing-masing pemerintah daerah yang bisa digunakan sebagai subsidi,” paparnya.

Zulhas memastikan, menjelang libur Nataru, ketersediaan komoditas beras cukup aman karena Bulog sudah menjaminnya. Lanjutnya, saat ini harga beras medium di tingkat pasar sebesar Rp 9.450 per kilogram

“Soal minyak goreng curah yang disebut naik, akan kita cek lagi karena yang curah dijual kiloan bukan liter jadi lebih banyak dan harganya Rp15.500/kg sedikit di atas migor kemasan 1 liter yang hanya Rp14 ribu,” ungkap Zulhas.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Arif Sambodo mengatakan, ada tiga komoditas yang harganya naik.

Di antaranya beras medium, telur ayam ras, dan minyak goreng. Meskipun begitu, harga cenderung masih terjangkau dan ketersediaanya masih aman hingga Nataru 2023. “Kenaikan harga karena masalah distribusi dan cuaca juga, juga ada pengaruh kenaikan harga BBM masih ada,” ungkap Arif Sambodo, baru-baru ini.

Disperindag Jateng juga sudah memastikan bahwa stok atau ketersediaan sembako di tiga komoditas tersebut masih aman hingga Nataru 2023. “Tidak perlu panik, yang penting pemerintah menjamin keberadaan stok komoditi bahan pokok, termasuk pengendalian harga,” pungkas Arif. (luk/gih)