Sulap Ribuan Botol Bekas Jadi Pohon Natal

HASIL: Pohon Natal setinggi tujuh meter di depan sekretariat l Bank Sampah Mulyo Sedoyo, beberapa waktu lalu. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dalam rangka menyemarakan Hari Natal Bank Sampah Mulyo Sedoyo, warga Jalan Ki Mangunsarkoro No.22, Kelurahan Brumbungan, Kecamatan Semarang Tengah miliki cara kreatif. Yakni dengan menjadikan botol plastik bekas menjadi pohon Natal yang tingginya mencapai tujuh meter. Kini karya itu terpajang di depan sekretariat l Bank Sampah Mulyo Sedoyo.

Koordinator Bank Sampah Mulyo Sedoyo, Yosmina Yahya mengatakan bahwa ada 11 pengelola yang terlibat dalam pembuatan pohon Natal ini. Untuk bisa menciptakan benda kreatif tersebut, pihaknya membutuhkan waktu enam bulan.

“Ada sekitar 6 bulan kita persiapannya. Mulai dari mengumpulkan botol-botol, membuat hiasan pohon Natal. Bahan bakunya semuanya dari bahan plastik,” kata dia, beberapa waktu lalu.

Yosmina mengaku, ini adalah pohon Natal pertama yang dibuat Bank Sampah Mulyo Sedoyo. Adapun bahan yang digunakan yaitu sebanyak 1.500 botol bekas dan kantong plastik.

“Ada 1500 botol, yang kami pada saat itu kurang. Akhirnya kami beli botol bekas lagi di pengepul. Kita beli dari nasabah bank sampah, kita sendiri ganti uangnya untuk mengumpulkan bahan-bahan ini,” terangnya.

Saat ditanya terkait kendala selama proses pembuatan, Yosmina mengaku tidak ada kesulitan khusus yang dihadapi teman-temannya. Pasalnya semuanya sudah terlatih dan memiliki keterampilan mendaur ulang sampah.

Proses pembuatan dilakukan secara bersama-sama setiap Kamis, berbarengan dengan kegiatan pelatihan di sekretariat bank sampah. Hingga pada awal Desember lalu, pohon Natal yang sudah jadi tersebut kemudian dipasang.

Yosmina menceritakan, sejak pohon Natal tersebut ada di halaman Bank Sampah Mulyo Sedoyo, banyak warga yang kagum dan tertarik. Bahkan beberapa warga juga berdatangan untuk sekadar berfoto.

Ia mengatakan, pohon Natal ini memang sengaja dibuat dalam rangka memperingati Natal. Setelah selesai, rencananya pohon dari botol bekas itu akan dibongkar dan disetorkan kepada pengepul.

“Atau kemungkinan kedua akan kita simpan juga untuk tahun depan tapi dengan model yang berbeda,” ujar Yosmina.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memilah sampah. Karena memiliki banyak manfaat yang bisa didapatkan.

“Dengan adanya bank sampah diharapkan betul-betul punya niat untuk pilah sampah dari rumah. Sehingga lingkungannya bersih, masyarakatnya sehat, secara ekonomi juga terbantu. Jadi ya minimal itu harapan kita,” imbuhnya. (luk/mg4)