Kudus  

Gedung Baru Museum Patiayam Siap Dibuka Setelah Lebaran

BERKUNJUNG: Nampak tim DPP Asosiasi Desa Wisata (Asidewi) tengah melihat-lihat dan tertarik akan koleksi-koleksi di museum patiayam, belum lama ini. (SHELA MEYLANI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Gedung baru Museum Patiayam akhirnya telah selesai dibangun. Gedung kembar itu rencananya siap dibuka setelah lebaran. Saat ini pihak Museum Purbakala Patiayam masih melakukan tahap setting lokasi atau plan display koleksi-koleksi yang sudah ada.

Petugas Museum Purbakala Patiayam, Jamin menjelaskan, rencananya, display akan dilaksanakan pada April, setelah lebaran. Saat ini, pihaknya masih melakukan tahapan setting lokasi atau plan display. Prediksinya, akan ada sekitar 200 fraktur yang di display.

“Sudah kami persiapkan, baru kita pilihkan sekitar 180an,” ungkapnya.

Baca juga:  Perjalanan Inspiratif BUMDes Gumilang Sejahtera Gulang, Atasi Masalah Sampah dan Beri Kontribusi Ekonomi

Saat ini prediksinya, gedung baru tersebut dapat memuat sekitar 200 koleksi. Namun kapasitasnya bisa saja bertambah. Karena etalase yang baru akan berbeda dengan etalase yang ada di gedung lama. Ia menyampaikan, terdapat berbagai persyaratan untuk mendisplay koleksi. Diantaranya ada kajian, inventaris, deskripsi dan lain sebagainya.

“Dari 180 itu belum semua terdeskripsi dan masuk invent, karena Kudus belum memiliki tenaga ahli. 180 itu baru koreksi saya, termasuk buaya dan kepala harimau,” imbuhnya.

Setelah di display pada April nanti, rencananya pada Juni Museum Patiayam baru bisa mendatangkan tenaga ahli dari Sangiran. Hal tersebut terjadi karena keadaan yang mendesak, dikarenakan gedung baru sudah jadi, koleksi yang dimiliki banyak, juga perlunya anggaran untuk mendatangkan tenaga ahli.

Baca juga:  PAD Rahtawu Digunakan untuk Kesejahteraan Masyarakat

“Kita dibawah dinas, jadi tidak bisa terus mendatangkan tenaga ahli. Kalau kemarin-kemarin itu anggaran dari APBN, sudah diagendakan dari Sangiran. Tiap tahun dua kali. Tapi kalau sekarang, mulai 2023 sudah tidak bisa lagi seperti itu,” paparnya.

Kabupaten Kudus saat ini memang belum memiliki tenaga ahli. Untuk itu museum masih mendatangkan tenaga ahli dari luar. Tenaga ahli sendiri didatangkan untuk agenda konservasi, identifikasi, deskripsi, kajian, dan lain sebagainya. Jadwal tenaga ahli di Museum Patiayam nantinya pun tak bisa berlama-lama. Kemungkinan sekitar empat sampai lima hari saja. (mey/fat)