Selain pengobatan, lanjutnya, bisa dengan terapi non-obat. Seperti dari sisi religi, support system (keluarga maupun teman dekat, lingkungan pekerjaan), serta kesehatan fisik (olahraga).
Maka dari itu, pihaknya menyampaikan, kenali penyebab dan gejala dari depresi. Penyebab depresi secara garis besar ada tiga hal pokok. Yaitu dari sisi biologis (genetik), psikologi, maupun sosial lingkungan.
Lebih jauh, dirinya menjelaskan, gejala utama yaitu perasaan sedih yang berkepanjangaan, hilang minat terhadap sesuatu, dan mudah kelelahan. Gejala tersebut disertai gangguan tidur, susah makan, konsentrasi, merasa tidak punya masa depan, menyalahkan diri sendiri bahkan berpikiran bunuh diri.
Oleh sebab itu, ia mengatakan, depresi butuh pengobatan dan memerlukan terapi yang bisa dilakukan untuk mempercepat penyembuhan. Menghindari hal-hal yang dapat membuat depresi.
“Depresi ini meskipun sudah sembuh bisa terulang lagi seperti sakit yang lain. Juga, sakit apapun jika tidak mendapatkan pertolongan atau tata laksana dan diobati pasti akan menjadi lebih berat,” ucapnya.
Dokter Ratih berpesan, kenali, pahami deteksi dini depresi. Diperbolehkan self diagnosis namun tidak menyimpulkan sendiri. Jika ada tanda-tanda gejala tersebut untuk segera minta pertolongan ke dokter maupun psikiater terdekat.
“Kita sarankan untuk olahraga, bisa dengan jogging atau berenang. Kemudian terapi perilaku kognitif yang diberikan program oleh psikiater,” tandasnya.(ziz)










