KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Desa Jepangpakis, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus telah membangun pasar desa yang akan digunakan untuk korban PHK akibat Pandemi Covid-19. Untuk progres pembangunan saat ini mendekati 100 persen.
Kepala Desa Jepangpakis, Sakroni menyampaikan, saat ini progres kontruksi pembangunannya hampir mendekati 100 persen. Untuk lainnya, tinggal membuat sekat-sekat di setiap bangunannya. Target selesai, pertengahan Agustus.
“Maksimal Agustus pertengahan sudah jadi semua. Karena 2 September 2023 kami akan meresmikan pasar tersebut,” ungkapnya kepada Joglo Jateng, Selasa (27/6/2023).
Untuk pasar desa saat ini sudah dipesan sebanyak 33 pedagang. Akan tetapi, baru ditempati dua pedagang, yang didominasi warga Jepang sendiri. Terutama, pedagang belanja, sembako, jasa, dan kuliner.

Lebih lanjut, untuk biaya sewa pertahunnya sebesar Rp 1 juta yang menghadap ke utara. Sedangkan barat dan timur Rp 1,2 juta. Hal itu dikarenakan untuk luasnya berbeda-beda.
“Untuk pembangunan di barat dan timur luasnya 3X6. Sedangkan utara 3X5. Pasar desa tersebut dibangun diatas lahan seluas 90×24 meter persegi,” ungkapnya kepada Joglo Jateng, Selasa (27/6/2023).
Kemudian untuk anggaran pembangunan pasar senilai kurang lebih Rp 1 miliar yang bersumber dari Dana Desa (SD) selama tiga tahun anggaran. Mulai dari 2021, 2022, dan 2023.
Menurutnya, pembangunan pasar desa tersebut dalam rangka membantu masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan. Terlebih, untuk yang terkena PHK akibat Covid-19, dan memberikan fasilitasi bagi pedagang yang tidak memiliki tempat dagang menetap.
Sakroni berharap, untuk pasar desa Jepangpakis kedepannya akan menjadi pusat perbelanjaan baru bagi warga Kota Kretek. Dengan demikian, hal itu bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar melalui aktivitas perdagangan yang berjualan. (cr12/fat)










