Kudus  

Libatkan Anak Muda untuk Kembangkan Wisata di Kudus

TERTARIK: Salah seorang petugas Museum Patiayam memberikan edukasi terkait fosil yang ada di tempat tersebut kepada pengunjung, beberapa waktu lalu. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Dalam upaya melakukan pengembangan wisata di Kabupaten Kudus, pemerintah setempat telah melakukan berbagai cara guna menarik wisatawan luar daerah. Salah satunya pembuatan paket wisata yang melibatkan sejumlah desa wisata maupun milenial.

Bupati Kudus, Hartopo menjelaskan, ada delapan desa di Kota Kretek yang akan dibuatkan paket wisata. Seperti Desa Terban terdapat Museum Patiayam dan paket jeep, Desa Rahtawu terdapat objek wisata alam, Desa Kaliputu terdapat wisata jenang, Desa Kauman terdapat menara dan wisata edukasi menulis kaligrafi Al Quran.

Baca juga:  Proklim Desa Kajar Komitmen Jaga Sumber Mata Air

“Selain itu, ada Desa Janggalan memiliki wisata kuliner, dan Desa Dukuhwaringin ada wisata alam. Untuk Desa Kajar objek wisata Pijar Park, Desa Japan terdapat air tiga rasa dan air terjun montel,” ungkapnya kepada Joglo Jateng.

Hartopo juga turut mengimbau untuk milenial turut berpartisipasi dalam memperkenalkan berbagai wisata di Kudus melalui sosial media. Menurutnya, milenial mampu menarik pasar anak muda dalam mengenalkan kearifan lokal wisata di Kudus.

“Milenial juga memiliki kemampuan dalam menarik anak muda untuk menelisik tentang kearifan lokal wisata di Kabupaten Kudus,” ucapnya.

Baca juga:  Karena Rusak, Warga Terima Bantuan Rumah Sederhana Layak Huni

Sebelumnya, Pemkab Kudus juga telah melakukan pengembangan terhadap wisata Museum Patiayam dengan menyiapkan penambahan koleksi museum dan penataan tempat agar semakin representatif seperti Museum Sangiran di wilayah Kabupaten Sragen.

“Selain itu, kami juga telah membentuk Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) yang bertujuan untuk menarik wisatawan. Seluruh stakeholder terkait juga harus terlibat agar pengembangan wisata di Kudus maksimal,” ucapnya.

Menurut Hartopo, cara memaksimalkan potensi wisata dapat dengan menggalakkan promosi wisata. Maka, hal tersebut semuanya harus terintegrasi agar setiap pengunjung di destinasi wisata terdongkrak.

Baca juga:  PEKA Muria Genap Setahun Jaga Ekosistem Biodiversity Hutan

“Jika semua pariwisata terintegrasi, wisatawan bisa dikenalkan ke destinasi wisata yang biasanya tidak ramai pengunjung,” pungkasnya. (cr12/fat)