PATI, Joglo Jateng – Warga Desa Serutsadang, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati memprotes keberadaan kadang ternak ayam di desanya, Kamis (5/10/23). Aktivitas mereka terganggu dengan keberadaan kadang ayam tersebut yang sering menimbulkan bau busuk.
Selain menimbulkan bau, warga Serutsadang juga menilai kandang berkapasitas lebih dari 34 ribu ayam itu memancing lalat untuk berdatangan. Mereka pun meminta agar kandang tersebut ditutup permanen.
“Kandang harus tutup atau dipindah. Kalau diisi lagi warga terganggu karena bau dan bikin lalat datang. Ndak mungkin kami protes kalau ndak mengganggu,” tegas salah satu warga setempat, Ahmad Suwandi (50), Kamis (5/10/23).
Ia mengungkapkan, kandang ayam tersebut berlokasi tak jauh dari permukiman warga. Sementara bau tak sedap yang bersumber dari kadang ayam itu mencapai ratusan meter.
Apalagi, kata dia, kandang itu ini sudah berdiri sejak 5 tahunan yang lalu. Warga juga mengaku pernah melancarkan aksi protes. Namun tidak keluhan yang dilayangkan tidak diindahkan.
“Sudah pernah diprotes. Tapi pemiliknya minta waktu. Kalau ada biaya mau dinonaktifkan atau dipindahkan. Tadi didiamkan malah lalatnya semakin banyak,” bebernya.
Keluhan serupa juga diungkapkan oleh Yuni (42), warga Desa Serutsadang. Dirinya sering terganggu dengan aroma tidak sedap dan lalat yang sering masuk rumah. Menurutnya perlu ada tindakan tegas.
“Saat pembangunan sang pemilik tidak ada komunikasi dengan warga sekitar terlebih dahulu. Kami tetap usul harus segera ditutup agar tidak mengganggu lagi,” pintanya.
Sementara itu, Kepala Desa Serutsadang, Kecamatan Winong Endro Waliyono klaim bahwa kandang ayam tersebut telah disetujui warga. Pasalnya, kata dia, saat pendirian kadang itu tidak ada protes dari warga.
“Kapasitas saya sebagai kepala desa hanya mengetahui. Sedangkan pihak pemilik kandang sudah meminta izin ke pihak dinas dan sudah diizinkan,” jawab dia. (lut/fat)










