Figur  

Tarian Jawa Bawa Dara Cantik Ini Keliling Dunia

Asti Oktavia Andayani
Asti Oktavia Andayani. (DOK PRIBADI/ JOGLO JOGJA)

TARIAN Tradisional Jawa rupanya menjadi pilihan bagi Asti Oktavia Andayani untuk berprestasi pada bidang seni. Pasalnya dengan menggeluti seni tari ia mampu menorehkan prestasi dari jadi abdi dalem sampai keliling dunia.

Astri begitu sapaan akrabnya, mulai berkecimpung di seni tari, sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Awalnya kecintaannya pada seni tari mulai muncul ketika sang ibu mendaftarkannya ke sanggar tari dekat rumahnya.

Seiring berjalannya waktu ternyata bakat yang dimiliki Asti terlihat lebih menonjol dibandingkan anak seusianya. Ketika memasuki Sekolah Menengah Pertama (SMP), bakatnya yang ia miliki mendapat perhatian dari guru pelajaran seni di sekolahnya.

“Nah ini, langkah awal saya mulai mendalami tarian tradisional Jawa secara serius. Karena guru seni melihat bakat tari saya cukup bagus sehingga menyarankan untuk lanjut ke SMK,” terangnya, Rabu (15/11).

Sekolah kejuruan yang disarankan kepada Asti untuk memperdalam seni tarinya yaitu SMK Negeri 1 Kasihan, Bantul. Asti pun, langsung tertarik dan ternyata keinginannya di restui kedua orangtuanya.

“Kalau kedua orangtua selalu dukung selama itu positif. Tetapi, ada pesan dari guru seni yang selalu saya ingat, kalau belajar seni harus serius,” ungkapnya.

Setelah memutuskan untuk belajar di SMK Negeri 1 Kasihan, Bantul. Ia pun dipercaya oleh gurunya untuk berlatih di Keraton Yogyakarta. “Jadi mulai latihan tari di Keraton Yogyakarta sejak masuk SMK. Jadi guru yang punya saran. Dari situ saya latihan setiap hari sampai bisa menjadi Abdi Dalem Beksa di Keraton Yogyakarta,” imbuhnya.

Tak hanya itu, selama menari Tradisional Jawa, Asti pun banyak mengikuti lomba tari nasional maupun internasional. Ia pernah ikut lomba tari ke Korea Selatan mewakili Indonesia di ajang Junior Art Festival. Selain itu, pernah ke Abu Dhabi sebagai wakil dari Keraton Yogyakarta untuk tampil di Louvre Museum,UEA.

Tak hanya menari, perempuan yang pernah jadi Mhasiswa Tata Rias dan Kecantikan Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta itu, juga memiliki prestasi mengkilap di bidang tata rias. Ketertarikannya terhadap dunia tata rias dimulai semenjak ia menekuni seni tari.

“Kan sebagai penari, saya harus bisa merias diri sendiri dari ujung kaki hingga ujung kepala, setelah dari sana kemudian malah makin berkembang dengan merias orang lain,” kenangnya.

Beberapa kejuaraan make up sudah ia peroleh adalah Non-Profesional Make Up dan Ngadi Saliro Ngadi Busana. Berkat prestasi gemilangnya itu, saat ini, ia juga bagian dari abdi dalem keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dengan nama paring ndalem Nyi Mas Jajar Andayanilistyomatoyo. “ungkapnnya.

Asti punya impian untuk memiliki usaha Wedding Organizer berbasis budaya atau adat yang kental serta fasilitas budaya didalamnya. Dengan bekal pengalaman yang ia peroleh, saat ini ia sudah merintis sedikit demi sedikit usahanya itu.

Motivasinya untuk sampai di titik ini adalah orang tua. “Saya ingin membalas kasih sayang yang diberikan orang tua, dengan membuat mereka bangga,” ujarnya.

Dalam perjalanan hidup Asti, tidak ada kata kalah, yang ada hanya menang atau mencoba lagi. “Tidak ada keberhasilan tanpa usaha, dan usaha akan sia-sia jika tidak diiringi dengan doa dan restu orang tua,” tutupnya. (bam/all)