Marak Es Teh Kekinian, Begini Kata Pakar Kesehatan

KUDUS, Joglo Jateng – Menjamurnya freenchise minuman es teh manis dipinggir jalan membuat para konsumen sangat mudah untuk mendapatkannya. Ditambah variasi kombinasi Es Teh yang dicampur dari varian merk teh menjadi daya tarik serta rasa nikmat yang menambah rasa Es teh menjadi sangat nikmat ketika diminum.

Perbincangan mengenai kandungan gula juga turut menjadi perhatian pakar kesehatan yang aktif di media sosial. Salah satunya, Wakil Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), Yuli Setyaningrum.

Yuli mengingatkan, agar bijak dalam mengonsumsi es teh kekinian. Sebab, dalam satu gelas es teh bisa mengandung kadar 33 gram gula. Ia menyarankan, kalau memang tidak bisa meninggalkan es teh manis. Konsumsi satu kali sehari.

“Seger sih cuma kita terkadang tidak pernah berpikir panjang terkait efek dari minum es teh manis. Dengan kadar gula yang mungkin melebihi kebutuhan kita per harinya. Dampaknya bisa merambah pada penyakit diabetes, obesitas bahkan bisa jadi penyakit jantung,” paparnya.

Ia pun menyadari es teh saat ini menjadi peluang bisnis yang menjanjikan dengan modal sedikit tapi untung besar. Ini juga bisa membantu perekonomian masyarakat. Lebih lagi, kata dia, cuaca panas menjadi buruan masyarakat.

Wakil Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), Yuli Setyaningrum. (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

“Sebaiknya konsumsi air putih, lebih aman dan bagus untuk kesehatan kita tentunya. Minum air putih kurang lebih 2 liter per hari atau setara dengan 8 gelas belimbing. Selain itu juga bisa mengkonsumsi buah-buahan contohnya semangka yang mengandung 90% air. Dengan tercukupinya tubuh kita akan cairan maka dapat terhindar dari dehidrasi apalagi dengan kondisi cuaca panas kayak gini,” jelas Yuli.

Gula dan teh, lanjut Yuli sebenarnya memiliki banyak manfaatnya terutama untuk kesehatan kalau dikonsumsi sesuai dengan wajar setara dengan empat sendok makan. Gula merupakan salah satu sumber karbohidrat yang menghasilkan sumber energi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Namun, jika mengkonsumsi secara berlebihan akan rentan mengalami gangguan kesehatan.

“Salah satu kandungan yang terdapat di teh yaitu flavonoid dimana zat ini bermanfaat untuk antioksidan untuk melawan radikal bebas. Adanya vitamin C dapat meningkatkan imunitas. Bahkan kandungan kafein pada teh juga bisa bikin kita rileks sehingga memberikan efek menenangkan. Selain itu juga manfaat teh dapat mencegah penyakit jantung karena membantu mencegah pengerasan pembuluh darah sehingga menurunkan resiko serangan jantung,” imbuhnya.

Ditanya terkait peran, Yuli yakin pihak pendidikan sudah berupaya semaksimal mungkin memberikan edukasi ke anak didiknya. Ditambahkan Yuli, dinas kesehatan melalui institusi dibawahnya, misalkan puskesmas dan RS seringkali memberikan sosialisasi dan pendidikan terkait kesehatan dampak/bahaya mengkonsumsi teh manis terhadap kesehatan.

“Tetapi balik lagi ke masing-masing individunya. Kadang saran maupun edukasi yang sudah diberikan seringkali diibaratkan seprti angin lalu saja,” tandasnya.

Senada, Ketua LKNU MWC Dawe sekaligus Perawat RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Ns Ulin Ni’am, turut menghimbau agar selalu waspada dengan cuaca panas yang menyebabkan dehidrasi. Hawa terik yang dirasakan tubuh sepanjang hari, membawa keinginan untuk meminum sesuatu yang dingin dan segar. Sehingga es teh menjadi pilihan. Dikarenakan minum teh sudah menjadi budaya warga Indonesia. Apalagi dikemas dengan apik dalam wadah jumbo yang memberikan kesan segar dan terjangkau.

“Akan tetapi inilah yang harus diingat masyarakat. Perbandingan gula dan teh yang umum adalah 1 sendok teh daun teh dengan 2 sendok teh gula untuk setiap gelas 200 ml. Jadi apabila kemasan yang digunakan memiliki ukuran lebih besar, maka bisa dipastikan volume gula yang diberikan juga lebih banyak,” jelasnya.

Padahal, lebih lanjut ia memaparkan, batas aman mengkonsumsi gula rata-rata bagi seorang dewasa adalah sebanyak 4 sendok teh. Jadi, apabila telah mengkonsumsi gula sebanyak batas makksimal, maka untuk mendapatkan tubuh yang sehat sebaiknya pemenuhan rasa haus bisa dicukupi dengan mengkonsumsi air putih, atau teh tawar.

Ulin juga turut memberikan arahan terkait hal yang harus diperhatikan dalam minum  teh diantaranya maksimal tiga cangkir (volume per cangkir : 200 ml) per harinya. Jangan minum teh hijau saat perut kosong dan seduh kantong teh dua kali/berulang Hindari minum teh bersama/sesaat setelah makan.

“Sebaiknya beri jeda sekitar 30 sampai 45 menit setelah makan. Hal ini dikarenakan kandungan antioksidan pada teh hijau akan mengikat zat besi dan protein dari makanan, sehingga tidak dapat diserap oleh tubuh. Akibatnya, kita akan kekurangan zat besi dan protein yang berguna untuk membantu proses pembentukan sel-sel, meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan energi, serta menghasilkan sel darah merah,” paparnya.

Dikatakan Ulin, masyarajt bisa memperbanyak asupan air putih setelah minum teh. Minuman yang mengandung kafein seperti teh memiliki sifat diuretik yang dapat menyebabkan buang air kecil berkali-kali dalam jumlah banyak. Hal ini karena kafein pada teh menyebabkan kandung kemih menjadi lebih sensitif, sehingga produksi urin tidak terkontrol. Selain itu, pastikan es yang digunakan terbuat dari air matang. Cara mengetahuinya dengan melihat penampilan es tersebut.

“Caranya, bila es batu dibuat dari air matang dan bersih maka es akan terlihat bening seperti kristal dan tidak ada warna putih di dalamnya. Sedangkan jika es terbuat dari air yang mentah atau kualitasnya buruk maka es terlihat buram, banyak buih udara kecil di dalamnya,” bebernya.

Di cuaca panas ini, Ulin juga memberikan beberapa pesan kepada masyarakat. Misalnya dengan mencukupi kebutuhan air tubuh dan tidak menunggu rasa haus muncul. Menghindari kontak matahari secara langsung dengan menggunakan topi atau payung.

“Menggunakan tabir surya atau sunscreen minimal 30 SPF pada kulit yg tidak tertutup oleh baju untuk memberikan perlindungan ekstra kepada kulit. Apabila ingin melakukan aktivitas fisik/olahraga, lakukan di dalam ruangan untuk meminimalisir potensi heat stroke ataupun dehidrasi,” imbaunya.

Mahasiswa UMKU, Nila Karomatunnisa, juga turut menanggapi maraknya es teh kekinian dari dua sisi sisi positif dan negative. Positifnya menurut Nila, masyarakat lebih praktis jika mau minum es teh. Tinggal beli saja, apalagi teh kekinian dipatok dengan harga yang cukup murah.

“Namun disisi negatifnya, cuaca panas seperti ini menjadikan masyarakat lebih memilih minum es teh dari pada minum air mineral. Air mineral kan tidak ada rasanya. Padahal padahal air mineral itu penting bagi tubuh,” ungkapnya saat dihubungi Joglo Jateng.

Ia menilai, kadar gula yang ada dalam minuman es teh kekinian sangat banyak. Karena yang dijual harus manis. Walaupun ada varian rasa yang asam seperti lemon dan lain-lain, tetapi varian yang asam juga masih perlu ditambah gula.

Meskipun begitu, Nila mengakui, kandungan teh cukup bagus untuk tubuh yaitu adanya kafein antioksidan alami yang juga bisa menaikkan mood. Akan tetapi, kata dia, teh yang manis kurang bagus karena penggunaan gula yang cukup banyak.

“Salah satunya teh yang dijual dengan ukuran jumbo, karena ukuran jumbo pasti dituntut harus manis dan tentunya penggunaan gula cukup banyak,” tandasnya.

Terakhir Nila berpesan kepada masyarakat dalam menjaga kesehatan di cuaca yang panas seperti hendaknya banyak minum air putih. Sehari minimal 2 liter, dan mengurangi minum es teh.

“Boleh minum es teh namun diusahakan minum satu kali sehari saja. Misalkan pagi sudah minum teh manis, atau susu yang ada kandungan gulanya. Lebih baik nanti jangan minum yang manis lagi,” pesannya. (cr8/fat)