Kudus  

Manfaatkan Drone untuk Penyemprotan Pupuk

SEMPROT: Salah seorang saudara Hawi Sukamto sedang melakukan penyemprotan pupuk cair ke sawah, belum lama ini. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Sebagian masyarakat di Indonesia masih menggunakan cara manual untuk penyemprotan pupuk cair ke sawah. Namun, salah satu petani dari Kecamatan Undaan, Kudus ini sudah beralih dengan menggunakan drone.

Petani asal Desa Karangrowo, Hawi Sukamto menjelaskan, untuk penyemprotan obat atau pupuk cair ke sawah menggunakan drone sudah sejak dua tahun yang lalu. Untuk pelaksanaannya, dilakukan ketika musim tanam tiba. Sebab, hal tersebut dinilai efisien dibanding dengan cara lama.

“Setiap ada musim penanam saya pakai drone. Karena memakai drone lebih efisien. Daripada menggunakan manual. Ongkosnya juga sangat murah,” ungkapnya kepada Joglo Jateng.

Ia menjelaskan, jika saat menggunakan cara lama menghabiskan biaya penyemprotan kurang lebih Rp 300 ribu dalam satu hektarenya. Jika menggunakan teknologi drone hanya memakan Rp 250 ribu. Penggunaan tersebut dinilai merata dalam menyemprotkan obat ke sawah yang dimilikinya.

“Kenapa harus pakek drone? agar saat melakukan penyemprotan bisa merata obatnya. Kalau manual obatnya 2-3 liter. Tapi drone hanya satu liter,” terangnya kepada awak media.

Selain itu, jika menggunakan cara lama dalam proses penyemprotan ke padi dikawatirkan bisa mengenai kulit jika kondisinya tak menentu. Kalau drone tidak terkena. Terlebih, untuk penyemprotan, memakan waktu 30 menit dalam satu hektarenya. Hal itu sangat merata dan cocok.

Dalam penyemprotan tersebut, ia menggandeng perusahaan yang bergerak di bidang penyedia jasa pertanian. Hal tersebut berguna membantu proses penggarapan padi seluas delapan hektare di wilayah Karangrowo dengan pendekatan teknologi.

“Kalau beli sendiri gak mampu tetapi kalau kerja sama kan hanya nyewa. Jadi saya kerja sama. Mulai dari tanam sampai panen penyemprotan obat saya serahkan mereka,” tuturnya. (adm/fat)