Kudus  

Libur Sekolah, Perpustakaan Jadi Pilihan Anak-Anak untuk Mengisi Waktu

ANTUSIAS: Nampak pengunjung perpustakaan Kudus yang didominasi anak-anak, beberapa waktu lalu. (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Libur kenaikan kelas sudah lebih dari sepekan. Berbagai bucket list tempat wisata bahkan sudah dikunjungi masyarakat Kota Kudus.

Namun, di sisi lain, anak-anak SD Wergu memilih menghabiskan waktu berlibur mereka ke Perpustakaan. Tak hanya mereka, kunjungan dari anak-anak lain baik individu maupun rombongan pun cenderung meningkat di hari libur.

Hal ini disampaikan, Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Pustaka, Ninik Mustika Wati. Pihaknya menyebut setiap masa liburan kunjungan perpustakaan dipenuhi para siswa yang libur sekolah.

“Selain liburan ke tempat wisata, ada hal-hal yang bisa kita coba mengisi liburan anak-anak agar tidak bosan di rumah. Salah satunya pergi ke perpustakaan,” ungkapnya.

Baca juga:  Nestapa Sugeng dan Munayati, Pisah dari Keluarga Hingga tak Punya Apa-apa

Ini sejalan dengan tingkat kegemaran membaca yang terus meningkat secara signifikan. Meskipun fluktuatif, tercatat jika di hari biasanya pengunjung perpustakaan hanya belasan orang. Sedangkan di masa liburan ini sehari bisa puluhan pengunjung.

“Tahun ini meningkatnya cukup signifikan. Lebih bagi bayak sekolah yang juga mengadakan kunjungan. Tidak hanya pagi, siang pun tetap ramai pengunjung,” katanya.

Sementara itu, siswa kelas 4 SD 2 Wergu, Anas Shodiqul Amin, mengaku ke perpustakaan bersama teman-temannya berjalan kaki. Ia ingin mengisi liburan dengan membaca buku.

“Biasanya emang ke sini tiap libur. Karena hemat dan tetap dapat pengetahuan. Seru juga karena bareng temen,” ungkap

Baca juga:  Lajur Pantura Kudus-Demak Lumpuh Total Akibat Banjir

Pembina Kunjungan dari Bimbel Rahmatika, Ida Rahmawati, menyebutkan, program outing class yang ia lakukan salah satunya berkunjung ke perpustakaan. Dengan tujuan untuk mendekatkan kepada anak tentang pentingnya membaca buku.

“Ada 50 yang diajak kunjungan hari ini. Karena ini  program semesteran kita. Agar anak-anak mendapat wawasan,” ujarnya.

Ida menilai, potensi membaca anak-anak cenderung tinggi. Menurutnya, anak-anak bisa dilatih gemar membaca sejak dini.

“Harapannya setelah anak anak diajak ke sini bisa tumbuh menjadi anak cerdas mandiri sholih. Tentunya jadi generasi pecinta buku,” harapnya. (cr8/fat)