Kudus  

Laba Dinaikkan, PDAM Kudus Targetkan 3.000 Pelanggan Baru

LAYANI: Perusahaan daerah air minum (PDAM) Tirta Muria Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berupaya meningkatkan pelayanan dan trobosan baru di 2024. (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Target laba Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Muria Kabupaten Kudus, dinaikkan menjadi Rp 4,75 miliar pada 2024. Jumlah tersebut naik 5 persen dari target 2023 yakni sebesar Rp 4,5 miliar.

Direktur PDAM Kudus Winarno mengungkapkan, akan mengupayakan kembali ketercapaian laba yang dibebankan pemerintah daerah pada perusda yang dia pimpin itu. Sejumlah program pun akan dijalankan untuk menambah jumlah konsumen PDAM.

“Pada 2024 ini, tidak adalagi program untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Semuanya regular. Kalau konsumennya bertambah, maka akan bertambah pula labanya nanti dan tahun ini kami targetkan 3.000 pelanggan baru atau Sambungan Rumah (SR),” ungkapnya saat ditemui Joglo Jateng.

Berbagai program yang ditawarkan salah satunya dengan pemberian promo khusus pemasangan awal bagi warga Kecamatan Undaan. Jika pada SR regular dibebankan sebesar Rp 1,35 juta, maka pada promo ini warga hanya dibebankan senilai Rp 750.

Direktur PDAM Kudus Winarno
Direktur PDAM Kudus Winarno.

“Wilayah Kecamatan Undaan menjadi pasar yang paling banyak di Kabupaten Kudus. Tahun ini kami targetkan 2.000 SR dengan tarif promo. Sementara 1.000 SR tarif biasa dengan patokan minimal 16.78 kibik per bulan,” ujarnya.

Winarno menambahkan, hingga 2023 kemarin, dari 24 ribu warga baru 14 ribu yang telah berlangganan. Oleh sebab itu, pihaknya mengejar 10 ribu warga lainnya.

“Kami selalu perluas jaringan. Upaya sosialisasi juga sudah dilakukan pada Desember lalu bersama Pemkab Kudus. Dengan menghadirkan seluruh kepala desa Undaan dan sejumlah masyarakat,” tambahnya.

Tidak hanya memperluas jaringan, Winarno juga berusaha mengupayakan layanan pengaduan prima 24 jam. Baik offline maupun online.

“Sebenarnya dari dahulu sudah ada pelayanan prima. Tapi adanya cuma sekadar wacana, maka sekarang kita gencarkan apalagi kalau ada keluhan langsung ditindaklanjuti,” kata Win.

Pihaknya bersama tim juga senantiasa meningkatkan kualitas SDM PDAM. Diimbangi dengan evaluasi kinerja supaya lebih maksimal.

“Pelayanan yang masih sering menjadi kendala adalah ketika terjadi trouble pada pompa sumur. Tidak bisa secepat ketika mengatasi keluhan yang lain. Akan tetapi kita berusaha meningkatkan kualitas ke depannya,” bebernya.

Winarno mengaku, pengoptimalan layanan ini berdampak positif pada peningkatkan rata-rata konsumsi yang naik 15 kibik dari 15 kibik satu bulan. Meskipun naiknya hanya 1 digit tetapi ini sangat berpengaruh.

“Kami selalu menghimbau masyarakat agar peduli air bersih. Sebab menurut pantauan sanitasi, sumur air permukaan diduga tercemar bakteri e colli. Di sisi lain, kami juga selalu sigap menyiapkan armada untuk menangani kekurangan air bersih baik musim kemarau maupun penghujan,” pungkasnya. (cr8/fat)