Sepekan Jelang Lebaran, Gas Melon Langka

Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Pemalang, Eliyah Puspa Purwati
Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Pemalang, Eliyah Puspa Purwati. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Masyarakat Kecamatan Randudongkal keluhkan kelangkaan gas LPG tabung ukuran tiga kilo atau melon di lingkungannya. Padahal jelang lebaran, masyarakat sangat memerlukan gas yang menjadi bahan bakar kompor, di mana sebagian besar dari mereka akan melakukan perayaan dan masak-masak, sehingga kebutuhan gas melon naik.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Pemalang, Eliyah Puspa Purwati yang membenarkan adanya kelangkaan tabung gas LPG melon di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pemalang. Hal ini menurutnya hal biasa ketika jelang perayaan hari besar keagamaan, terutama lebaran Idulfitri dan Iduladha, karena kebutuhan atau permintaan masyarakat meningkat.

Baca juga:  Dewan Minta Pemkab Pemalang Tegas Soal Oknum ASN Nakal

“Pasti tiap tahun juga terjadi, dan tabung gas melon jadi langganan utama. Karena penggunaannya yang terbanyak serta peningkatan permintaan jelang hari raya,” terangnya.

Dari data Diskoperindag Pemalang pada Januari lalu, stok Tabung Gas Melon berada di angka 1.165.000 tabung pada 24 agen LPG. Untuk Februari, angkanya meningkat sebanyak 1.315.760 tabung dengan penambahan stok 150.760 tabung pada bulan kedua di 2024 ini. Kemungkinan ada peningkatan pada Maret kemarin namun, Diskoperindag belum melakukan rekap data.

Kelangkaan tersebut diresahkan oleh, Nurjanah (49) pengrajin tahu khas Randudongkal mengaku sangat bergantung pada tabung gas untuk bahan bakar produksi. Sehingga kelangkaan tersebut jadi kendalanya untuk produksi tahu miliknya.

Baca juga:  Gaji PPPK Jadi Penyumbang Terbesar Kenaikan SILPA

“Sebenernya tidak terlalu berdampak karena kita masih menggunakan kayu bakar, hanya saja tetap ada penggunaan tabung gas, terutama untuk menggoreng kadi sulit kalau tidak ada seperti sekarang,” ungkapnya. (fan/abd)