Warga Pemalang Keluhkan Kelangkaan Gas Melon

ANGKUT: Masyarakat tengah mengantre di Pangkalan Gas LPG saat mendistribusikan gas ke salah satu agen di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Mulyoharjo, Kecamatan Pemalang, Selasa (16/4/24). (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Sepekan setelah Lebaran, masyarakat Kabupaten Pemalang terutama wilayah Kota Kecamatan Pemalang, Taman, Petarukan, keluhkan sulitnya memperoleh gas tiga kilogram. Bahkan, mereka harus mengantre panjang atau membeli dengan harga dua kali lipat untuk mendapatkan gas melon subsidi.

Salah seorang pedagang makanan, Sri (48) merasa kesal, karena harus mengantre panjang untuk membeli gas melon. Hal itu dirasakan setelah hari raya, di mana menurutnya pemerintah sebelumnya harus mengantisipasi kelangkaan, sehingga masyarakat tidak kesusahan mencari gas.

“Ya harusnya bisa diantisipasi, kalau begini malah kita rakyat kecil yang jadi korban. Ini baru bisa dapat tabung gas ngantre dari pagi,” ujarnya.

Baca juga:  Masyarakat tidak Direkomendasikan Fogging secara Mandiri

Hal itu juga dirasakan oleh Fitri (39) ibu rumah tangga yang ikut mengantre, namun tidak mendapatkan kuota. Menurutnya di agen tersebut gas melon dijual sesuai Harga Eceran Terendah (HET) yaitu Rp 16 ribu. Namun dirinya mengaku pernah mendengar ada penjual gas diharga yang lebih tinggi, bahkan dua kali lipat.

Sementara itu, Fungsional Bidang Perdagangan Diskoperindag Pemalang Anita Novi mengatakan, pihaknya sebelumnya telah mengajukan penambahan kuota gas melon kepada Pertamina Pusat untuk persiapan Idul Fitri. Kemudian setelah Lebaran, kuota ini menjadi normal sehingga di wilayah Kota masyarakat merasa kekurangan stok padahal tidak ada pengurangan seperti di hari-hari biasanya.

Baca juga:  PKS Dukung Kestabilan Keamanan Kontestasi Pilkada

“Sekarang stok distribusi dari Pertamina diberikan normal yaitu 47 ribu tabung gas melon per hari. Kalau kemarin kita ajukan penambahan dan di acc jadi bertambah dari 50 ribu tabung hingga 75 ribu tabung di hari raya. Melihat ada gejolak ini kita akan ajukan lagi, mudah-mudahan di Selasa (16/4) ini dan tiga hari ke depan ada penambahan lagi,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, masyarakat bisa bersabar dan tidak melakukan pembelian yang berlebihan, bahkan hingga menimbun. Sehingga semua orang bisa mendapatkan bahan bakar ini, dan harga kembali stabil sesuai HET.(fan/sam)