DKUKMPP Bantul Lakukan Pencegahan Kenaikan Harga Bahan Pokok

Plt Kepala DKUKMPP Bantul Husin Bahri
Plt Kepala DKUKMPP Bantul Husin Bahri. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap kemungkinan naiknya harga bahan pokok. Pasalnya, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar berpotensi membuat beberapa bahan pokok khusus bahan pokok impor melambung tinggi.

Plt Kepala DKUKMPP Bantul Husin Bahri menyampaikan, melemahnya nilai tukar rupiah ini memiliki implikasi terhadap kenaikan harga bapok impor seperti beras, kedelai, gula, dan lain sebagainya. Hanya saja, terkait dengan kebijakan impor kebutuhan bahan pokok, khususnya pangan, sepenuhnya wewenang pemerintah pusat.

“Kalau terkait dengan kebijakan impor kebutuhan pangan strategis masyarakat, itu kebijakannya ada di pemerintah pusat. Kalau di daerah tidak ada kaitannya dengan kebijakan tersebut,” ungkapnya.

Menurutnya, secara umum melemahnya nilai tukar rupiah ini otomatis akan berdampak kemampuan fiskal. Tapi di sisi lain, hal ini akan berkaitan erat kenaikan harga barang, khusus bahan pokok hasil impor. “Jadi tingkat pemanfaatannya pun menjadi menurun karena daya beli masyarakat juga menjadi kurang,” ujarnya.

Sementara itu, atas situasi ini pihaknya menyebut sampai sekarang ini belum melakukan komunikasi kepada pemerintah pusat untuk melakukan langkah-langkah antisipatif. “Soal komunikasi, secara umum sampai saat ini belum ada komunikasi. Tetapi bagi daerah, apalagi Bantul yang secara umum produksi terhadap beberapa komoditas itu sudah swasembada. Dalam arti dicukupkan oleh produk kita sendiri, jadi otomatis tidak terlalu berdampak,” terangnya.

Namun, pihaknya pun tidak hanya berdiam diri. Langkah-langkah antisipasi juga terus dilakukan. Di antaranya yaitu dengan mengoptimalkan sentra-sentra atau fungsi produksi khusus di beberapa komoditi pangan strategis seperti beras, kedelai, bawang dan sebagainya.

“Ini sekarang juga masanya panen, sehingga ini kita optimalkan agar membuat harga yang aman bagi masyarakat. Jadi kalau dari aspek pasokan sudah tinggi dan cukup untuk kebutuhan masyarakat, otomatis pasar juga akan relatif stabil,” tutupnya. (nik/abd)