KUDUS, Joglo Jateng – Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Kudus, Sam’ani Intakoris siap mundur demi mencalonkan diri sebagai Calon Bupati (Cabup) Kudus. Dirinya telah menyerahkan berkas pengunduran diri kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya (BKPSDM) Kudus.
Sam’ani mengatakan, sebelum mengajukan berkas pengunduran diri, ia terlebih dahulu melakukan solat istikharah dan solat hajat. Termasuk meminta doa restu kepada keluarga besarnya. Eks Sekda Kudus itu menyatakan bertekad akan maju sebagai calon bupati di Pilkada 2024.
“Kami juga telah mengajukan pengunduran diri atau Atas Permintaan Sendiri (APS) pensiun dini. Syaratnya kan umur 50 tahun dan masa kerja 20 tahun kerja. Itu kami terpenuhi semua. Semoga tekad bulat cita-cita ini bisa berjalan baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, untuk pengajuan pengunduran dirinya sedang dalam proses. Apakah nantinya dia akan berhenti per 1 Juni atau 1 Juli 2024 menunggu keputusan dari BKN Pusat. Serta, mengajukan surat kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya (BKPSDM) Kabupaten Kudus.
“Semuanya masih proses. Kalau untuk partai kita baru pendekatan dan lobi-lobi. Semoga ada syarat terpenuhi yang kami rencanakan dengan Belinda Putri Sabrina Birton sebagai calon wakil bupati,” jelasnya.
Sam’ani bersama pasangannya siap mengabdikan diri untuk Kudus yang sehat, sejahtera, harmoni, dan taqwa. Sejahtera menurutnya dipandang dari segi pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Harapannya hal itu bisa terpenuhi. Sedangkan harmoni dapat menciptakan rasa aman dan nyaman di Kudus.
“Sehingga kata-kata itu bisa menjadi satuan dan kesatuan yang menyatu oleh masyarakat Kudus meskipun ada kekurangan dan perbedaan,” terangnya.
Dirinya juga sudah memiliki program yang akan dipersiapkan. Seperti memperhatikan guru-guru agama dan guru madin di Kota Kretek. Sektor lingkungan hidup, infrastruktur, dan kesehatan juga akan dibenahi. Namun hal itu sebatas penyampaian umum saja.
“Tetapi itu sifatnya masih umum. Jelasnya kita akan sampaikan saat deklarasi atau setelah pendaftaran dibuka. Semoga bisa berjalan dan lancar semuanya. Kami juga mohon kepada relawan kami jangan sampai menjelekkan-jelekkan kompetitor lain,” tuturnya.
Menurutnya, mereka juga memiliki hak yang sama untuk membangun Kabupaten Kudus. Bahkan, dirinya berpesan agar tidak boleh marah-marah apalagi di media sosial. (adm/fat)










