Pati  

Sedekah Bumi Desa Jrahi, Ribuan Tlandik Habis Diserbu Warga

TRADISI: Tampak seseorang sedang membawa tladik mengelilingi Desa Jrahi, Selasa (21/5/24). (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Lautan manusia tumpah ruah di area Gili Malang, Desa Jrahi Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, kemarin. Mereka datang mengikuti sedekah bumi di desa tersebut untuk berebut gunungan dan berkatan.

Setidaknya ada ribuan berkatan yang disediakan warga setempat untuk masyarakat desa luar Jrahi. Berkatan yang berisi nasi dan lauk pauknya itu diwadahi anyaman bambu yang disebut warga setempat sebagai tlandik.

Nasi berkatan ini sebelumnya dikumpulkan di masing-masing Ketua RT dan kemudian dibawa ke punden tersebut. Selain berkatan, hasil bumi seperti kopi, jambu, buah kakau, terong dan beberapa hasil bumi lainnya juga disediakan warga.

Baca juga:  Perkuat Dukungan, Sudewo Melamar di Golkar

Hasil bumi dan beberapa berkatan diarak keliling desa sebelum dibawa ke punden untuk didoakan bersama ribuan berkatan. Hasil bumi ditumpuk sedemikian rupa hingga membentuk gunungan. Sedangkan berkatan ditempatkan di miniatur rumah, warga desa sekitar menyebut Pucak.

Kepala Desa Jrahi, Miko Adi Setyawan mengatakan, setiap rumah warganya menyediakan dua berkatan. Ini sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi yang didapatkan.

“Per KK wajib menyediakan 2 tlandik. Kemudian kita berdoa sebagai ungkapan rasa syukur dan berdoa agar Desa Jrahi aman dan tentram,” kata dia.

Baca juga:  Satpol PP Jaga Ketat Alun-alun Pati

Ia mengungkapkan, sedekah bumi ini menjadi kegiatan rutin yang digelar setiap tahun pada bulan Apet atau bulan ke 11 penanggalan Jawa. Sedekah Bumi ini juga menjadi momen untuk menyatukan warganya.

Apalagi warganya dari berbagai golongan agama. Sebagaimana diketahui, desa ini mempunyai masyarakat yang plural. Ada tiga agama dan satu penghayat kepercayaan yakni Islam, Protestan, Budha dan Sapto Darmo.

Ribuan berkatan yang telah disiapkan pun habis seketika usai doa dipanjatkan. Bahkan beberapa nasi berkatan yang tercecer dipungut beberapa warga dari luar Desa Jrahi.

Baca juga:  Meriahnya Kirab di Mojosemi, Warga Arak Hasil Bumi

“Masyarakat sangat antusias. Karena berkah besar. nasi yang berceceran saja diambil,” lanjut Miko.

Salah satu warga yang Naila mengaku senang bisa ikut acara ini. Ia bisa mendapat berkatan usai menunggu acara sedari pagi. Nantinya, hasil sedekah bumi yang didapatkannya akan dibawa pulang untuk keluarga.

“Kita ke sini ini mencari berkatan. Nanti di makan bareng-bareng. Semoga Tuhan memberikan berkah,” ungkap warga dari Kecamatan Tayu itu. (lut/fat)