Kudus  

BUMDes Murakabi Kelola Sampah Jadi Wisata Edukasi

KUNJUNGAN: Tampak kunjungan pelajar ke BUMDes Murakabi, beberapa waktu lalu. Para pelajar tersebut diajari membuat cinderamata dari sampah yang bisa didaur ulang. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Murakabi Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kudus memiliki usaha dalam pengolahan sampah. Usaha ini dijadikan wisata edukasi untuk kalangan pelajar dan bernilai ekonomis.

Sekretaris BUMDes Murakabi, Ika Laila Agustin mengatakan, BUMDes ini sudah berjalan sejak 2018. Kini sudah mempunyai 1.300 anggota. Sebanyak jumlah kartu keluarga (KK) tersebut, sampahnya diambil untuk diolah menjadi barang yang bernilai jual tinggi.

“Edukasi pelajar disini juga sering dijumpai beberapa sekolah. Hal ini sesuai dengan program Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Sekali kunjungan, terdapat 70-100 orang yang datang untuk belajar cara mengolah sampah. Rata-rata pengunjung datang dari sekolah luar Kudus. Seperti Jepara, Demak, Pati, Jombang, dan lain-lain,” ungkapnya, belum lama ini.

Baca juga:  Partai PPP Kudus Mulai Kerucutkan Kandidat Cabup Cawabup

Ia menerangkan, terdapat beberapa fasilitas yang disediakan untuk wisata edukasi. Seperti belajar pembuatan kerajinan tangan dari sampah, membuat vas bunga dan gantungan bunga.

Cinderamata itu dibuat secara berkelompok dan hasilnya dibawa pulang. Setelah itu, pelajar diajak keliling ke tempat pengolahan sampah.

“Meski belum dibuka secara resmi, pihaknya mencoba memberikan layanan wisata edukasi pada pengunjung. Saat ini BUMDes Murakabi masih fokus dalam pengolahan sampah dan perbaikan mesin. Kedepannya jika sudah tertata pihaknya menambah fasilitas wisata edukasi,” bebernya.

Dengan pengolahan sampah yang setidaknya bisa mengurangi volume sampah di desa tersebut. Dari program itu Desa Gondosari berhasil mendapat predikat sebagai desa mandiri sampah 2024. Menurutnya hanya dua desa di Kabupaten Kudus yang mendapatkan predikat mandiri sampah tentang pengolahan sampah secara mandiri.

Baca juga:  PMII Kom Suku Cetak 182 Kader Mujahid

“Hanya Desa Gondosari dan Menawan yang mendapatkan predikat sebagai desa mandiri sampah di tahun ini. Sangat bersyukur karena setidaknya pengolahan sampah ini bisa mengurangi sampah di Desa Gondosari,” ujarnya. (cr3/fat)