Mendikdasmen Tinjau Pelaksanaan MBG di SMPN 12 Semarang

BERJALAN LANCAR: Mendikdasmen Abdul Mu'ti meninjau pelakasanaan program Makan Bergizi Gratis di SMPN 12 Semarang didampingi Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu, Senin (6/1/25). (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Di hari pertama pelakasanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meninjau SMPN 12 Semarang. Sekolah ini menjadi satu dari delapan sekolah di Ibu Kota Jawa Tengah yang menjadi pilot project pelaksanaan program yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Abdul Mu’ti menyampaikan rasa syukurnya karena pelaksanaan MBG di hari pertama ini berjalan dengan lancar. Menurutnya, pengiriman makanan di hari pertama ini tepat waktu dan menu yang disediakan sudah sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Presiden.

“Memenuhi standar gizi. Mudah-mudahan program ini berjalan dengan lancar dan tentu saja kami dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berusaha mendukung kesuksesan program ini walaupun leading sector-nya Badan Gizi Nasional (BGN),” jelasnya.

Dirinya berharap, pelaksanaan program MBG di tahap pertama yang menyasar 190 titik di 26 provinsi ini bisa terus terlaksana sampai akhir Januari. Pihaknya juga mendukung keberhasilan dan usaha dalam membentuk generasi yang sehat secara jasmani dan berkarakter.

“Program ini juga membentuk pendidikan karakter sebagai dengan medianya. Untuk jumlah porsinya ada di BGN, tidak tahu persis jumlahnya karena ini tidak hanya untuk sekolah saja, tetapi juga untuk ibu hamil dan menyusui,” ungkap Mendikdasmen.

Ke depan, ia menambahkan, program makan bergizi gratis ini akan terus diberikan setiap hari di beberapa sekolah yang sudah ditetapkan sebagai pilot project. Meski belum semua sekolah terakomodir, dirinya memastikan skala itu akan diperluas jangkauannya secara bertahap.

“Di setiap pelaksanaan ini ada tiga yang terlibat tim pengantar makanan, tim yang mengawasi kandungan gizinya, tim akuntan yang memeriksa kesesuaian dari program ini. Sehingga program ini dipastikan sesuai dengan yang direncanakan oleh presiden yang dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional,” tuturnya.

Menghemat Uang Jajan

Para siswa SMPN 12 Semarang terlihat antusias menyantap hidangan yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Adapun isian menu makanan bergizi gratis yang mereka santap terdiri dari nasi putih, sayur sawi wortel, ayam tepung teriyaki, tahu, dan dua potong buah semangka.

Salah satu siswa kelas 9, Kanaya Alifia Putri (16) mengaku menikmati berbagai menu yang disediakan. Salah satu menu favoritnya, yaitu ayam tepung teriyaki.

“Enak karena bisa dapat makanan gratis dan bisa menghemat uang jajan. Biasanya Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu. Tetapi kalau sudah ada makan gratis ini uangnya jadi tidak berkurang. Jadi bisa ditabung,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng, Senin (6/1/2025).

Ke depan, dirinya berharap agar buah-buahannya bisa diganti dengan yang lain. Selain itu, porsi makanan juga ditambah lebih banyak lagi.

“Ke depan ada makan gratis lagi setiap hari ada,” imbuhnya.

Terpisah, Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu menyampaikan bahwa program ini juga bertujuan untuk mengenalkan anak-anak agar suka makan sayur mayur. Ia menyoroti, selama ini anak-anak lebih suka mengonsumsi makanan cepat saji atau junk food.

“Tentunya mereka harus ada empat sehat lima sempurna ada sayur, karbohidrat, protein, vitamin semua itu perlu dilakukan untuk anak-anak ini makan sayur. Makanya dengan pengenalan seperti ini anak-anak harus dibiasakan makan sayur,” ujarnya.

Diketahui, untuk pertama kalinya di tahun 2025, ratusan siswa menikmati makan bergizi gratis di masing-masing ruangan kelas mereka di SMPN 12 Semarang. Selain sekolah ini, beberapa satuan pendidikan yang dijadikan pilot project di Ibu Kota Jawa Tengah antara lain TK Mujahidin, KB Mujahidin, SDN Srondol Wetan 01. Kemudian, SDN Srondol Wetan 02, SDN Srondol Wetan 05, SDN Pedalangan 04, dan SMAN 4 Semarang. (int/adf)