Mencicipi Jajanan Malam di Semarang, Jagung Bakar Aneka Rasa

AKTIVITAS: Pemilik usaha Jagung Bakar Pak Gik Spesialis Bakar dan Serut, Sugiono (48) saat menyerut jagung bakar ke mangkok di Jalan Pleburan Barat, Kelurahan Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan, belum lama ini. (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

ADA berbagai macam camilan malam yang bisa kita nikmati ketika berkunjung ke Kota Semarang. Salah satu kuliner murah meriah yang wajib dicoba yaitu Jagung Bakar Pak Gik Spesialis Bakar dan Serut dengan harga mulai Rp 10 ribu sampai Rp 13 ribu per porsinya.

Jagung Bakar Pak Gik Spesialis Bakar dan Serut berlokasi di Jalan Pleburan Barat, Kelurahan Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan. Warung ini dibuka setiap hari mulai pukul 16.30 sampai 22.00.

Menurut pantauan Joglo Jateng, pada pukul 18.00 terlihat banyak pembeli mulai dari kalangan anak muda, orang tua dan lansia sedang mengantre untuk memesan jagung bakar dengan berbagai rasa. Setelah pesanan sudah jadi, ada yang makan di tempat dan ada yang dibawa pulang ke rumah.

Pemilik Jagung Bakar Pak Gik Spesialis Bakar dan Serut, Sugiono (48) menyampaikan harga menu itu sudah cukup terjangkau untuk semua kalangan. Terutama anak-anak muda yang kerap kali datang setiap malam minggu. Biasanya, momen itu ia bisa menghabiskan paling banyak 70 kilogram karung jagung.

Sedangkan, pada hari biasa, ia hanya menghabiskan sekitar 40 sampai 50 kilogram karung jagung dalam sehari.

“Apalagi kalau pas musim penghujan malah tambah ramai, karena mereka biasa cari jajanan yang hangat dan cepat jadi,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng, belum lama ini.

BERANEKA RASA: Sajian Jagung Bakar Pak Gik. (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

Adapun aneka rasa menu jagung bakar yang dijualkan. Mulai dari, rasa pedas, manis, asin, keju, susu, dan coklat.

“Menu andalan jagung paling banyak keju susu. Dulu (waktu awal merintis, Red.) topping itu cuman pedes, asin manis saja. Tetapi sekarang sudah banyak variasi,” jelasnya.

Keunikan yang berbeda dari warung jagung bakar lain, kata Pak Gik, dirinya membuat racikan sambal sendiri yang berisikan campuran rawit setan diblender. Kemudian, ditambahi saus sambal agar citarasanya tidak terlalu pedas.

“Makanya yang bikin viral di media sosial itu sekarang karena sambal buatan saya ini,” ujarnya.

Dirinya bercerita, awalnya ia mulai merintis usaha ini sejak 2001 atau sekarang sudah 23 tahun. Selama itu, ia sudah dua kali berpindah tempat, yang awalnya di dekat Alfamart Pleburan, kemudian pindah ke tempat baru di Jalan Kertanegara.

Sementara itu, salah satu pembeli asal Semarang Utara, Raihan (26) mengaku telah menjadi langganan Jagung Bakar Pak Gik selama dua tahun. Menurutnya, harga yang dijual sangat terjangkau dan lokasinya dekat dengan kampus.

“Ya memang sering kesini apalagi kalau malam minggu itu mesti selalu ngajak teman-teman buat sekedar nongkrong,” ungkapnya.

Salah satu varian rasa yang sering ia pesan, yaitu jagung bakar pedas asin dan keju susu. Menurutnya, rasa pedas dari sambal buatan Gik nikmat dan tidak membuat eneg.

“Sedangkan kalau keju susu itu ya sebenarnya rasanya sama aja sih. Tidak ada yang spesial tetapi ya tetap enak menurutku,” pungkasnya. (int/adf)