Kudus  

Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Tradisional Kudus Ngeluh ke Dewan

Saat Anggota DPR RI Andika bersama Wabup Kudus Bellinda Birton menemui warga Kota Kretek untuk menyerap aspirasi. (ADAMNAUFALDO/JOGLO JATENG).

KUDUS, Joglo Jateng – Sejumlah pedagang di dalam Pasar Bitingan Kudus mengeluhkan sepinya pembeli sejak maraknya aktivitas pasar sayur malam yang digelar di area luar pasar.

Kondisi ini kian meresahkan karena membuat pembeli hanya berhenti di luar, tanpa masuk ke area dalam pasar.

Pasar sayur malam biasanya mulai buka sekitar pukul 22.00 malam dan tutup pada pukul 07.00-08.00 pagi.

Pedagangnya berasal dari berbagai daerah, bahkan sebagian besar bukan warga Kudus. Kondisi ini menyebabkan persaingan yang tidak seimbang dengan pedagang tetap di dalam pasar.

Tutik, salah satu pedagang lama di dalam Pasar Bitingan, mengatakan bahwa sepinya pasar bukan hanya dirasakannya sendiri, tetapi hampir seluruh pedagang mengalami hal serupa.

Ia meminta pemerintah meninjau ulang regulasi pasar dan mengatur jam operasional pedagang sayur malam.

“Kalau bisa dibatasi, supaya pembeli bisa masuk ke dalam. Kasihan pedagang yang tiap hari bayar lapak tapi sepi,” ujarnya.

Kondisi ini juga menjadi sorotan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Aula DPRD Kudus kemarin.

Anggota Komisi VII DPR RI, Andhika Satya Wasistho Pangarso, yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan keprihatinannya atas sepinya aktivitas ekonomi di pasar tradisional.

Menurutnya, fenomena pasar sepi bisa menjadi indikasi menurunnya daya beli masyarakat, yang mungkin disebabkan oleh meningkatnya angka pengangguran atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Hal ini dinilai sebagai sinyal penting bagi pemerintah pusat dan daerah untuk segera turun tangan.

“Masalah ini tidak bisa dianggap enteng. Kalau dibiarkan, bisa berdampak luas terhadap sektor industri dan UMKM yang menopang perekonomian lokal,” jelasnya.

Ia menegaskan pentingnya perlindungan terhadap industri lokal dan penguatan pasar tradisional sebagai tulang punggung ekonomi rakyat.

Ia juga menyatakan siap mendukung kebijakan daerah yang berpihak pada kesejahteraan pedagang kecil.