KUDUS, Joglo Jateng – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus melalui Bidang Kesehatan Masyarakat menggelar pelatihan jurnalistik dan manajemen konten bagi para petugas promosi kesehatan dari seluruh puskesmas di wilayah Kabupaten Kudus. Kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan petugas dalam membuat produk promosi kesehatan yang menarik dan efektif. Baik melalui media cetak, daring, maupun media sosial.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat DKK Kudus, dr. Edy Kusworo menjelaskan, kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung program promosi kesehatan yang lebih komunikatif dan berdampak langsung ke masyarakat.
“Output yang kami harapkan, petugas promosi kesehatan di puskesmas mampu membuat produk promosi kesehatan yang menarik. Baik melalui media cetak, online maupun media sosial. Sehingga masyarakat tertarik membaca dan mendengarkan, dan akhirnya pesan kesehatan bisa benar-benar sampai ke mereka,” jelasnya, Rabu (18/6/25).

Ia menambahkan, pelatihan ini menjadi momen yang tepat menjelang peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) mendatang. Diharapkan, ilmu yang diperoleh dari pelatihan bisa menjadi bekal sekaligus semangat bagi para peserta untuk ikut serta dalam lomba promosi kesehatan yang akan digelar dalam rangka HKN.
“Nanti saat HKN, kita akan ada lomba-lomba promosi kesehatan. Bekal dari pelatihan ini bisa digunakan untuk membuat konten yang inovatif, dan kami akan menilai mana yang terbaik,” tambahnya.
Pelatihan menghadirkan dua pemateri utama yang ahli di bidangnya. Pemateri pertama, Umi Zakiyatun Nafis menyampaikan materi tentang kepenulisan jurnalistik atau edukasi kesehatan untuk diunggah di website resmi puskesmas maupun media sosial.
“Menulis di website tentang bagaimana menyampaikan informasi yang jelas, faktual, dan menarik sesuai prinsip jurnalistik. Mulai dari judul yang menggugah, isi yang padat dan mudah dipahami dan penggunaan bahasa yang sesuai dengan karakteristik pembaca,” ujarnya.

Sementara itu, pemateri kedua, Kholid Khazmi membahas pentingnya manajemen konten dalam strategi promosi kesehatan. Ia menekankan, perencanaan konten yang matang menjadi kunci utama keberhasilan komunikasi promosi.
“Konten tidak boleh dibuat asal-asalan. Harus direncanakan dengan baik. Untuk promosi kesehatan, pesan-pesan edukasi dan sosialisasi harus dikemas menjadi konten yang sesuai dengan karakter audiens. Bisa dalam bentuk artikel, video, infografis. Tergantung siapa yang ingin kita sasar,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kholid menggarisbawahi tiga aspek penting dalam manajemen konten. Yakni perencanaan, persiapan, dan konsistensi.
“Tanpa perencanaan, konten akan jadi tidak relevan. Tanpa persiapan, hasilnya bisa setengah-setengah. Dan tanpa konsistensi, audiens akan kehilangan ketertarikan. Jadi ketiganya harus berjalan seimbang,” tegasnya. (uma/fat)










