Figur  

Memimpin dengan Hati, Luwes dan Adaptif

Bangun Layanan Kesehatan Inklusif, Profesional, dan Berkualitas

Direktur RS Sarkies Aisyiyah periode 2024–2028, dr. Hendra Octavianto. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

DALAM dunia kesehatan yang dinamis dan penuh tantangan, kehadiran sosok pemimpin yang tangguh, adaptif, dan berjiwa humanis menjadi kunci keberhasilan sebuah institusi. Salah satunya Rumah Sakit (RS) Sarkies Aisyiyah Kudus yang dinahkodai dr. Hendra Octavianto, telah berhasil menunjukkan kiprahnya sebagai pelopor layanan kesehatan berstandar nasional.

Sebelumnya, Hendra telah bergabung dengan Rumah Sakit Aisyiyah pada 2008. Tepat setelah ia menyelesaikan studinya Universitas Sultan Agung Semarang. Dirinya bahkan telah melalui berbagai posisi strategis, termasuk di Instalasi Gawat Darurat dan struktur managerial lainnya.

Pada 2023, ia kemudian diamanahi untuk turut serta mendirikan RS Sarkies Aisyiyah dalam tenggat waktu dua tahun. Tantangan ini diembannya dengan serius, meskipun pada awalnya masih merangkap jabatan sebagai Wakil Direktur RS Aisyiyah dan Direktur RS Sarkies.

“Pembangunan rumah sakit ini dilakukan di tengah maraknya pandemi Covid-19, yang membuat perencanaan harus benar-benar matang dan adaptif. Sehingga dirancang dengan fasilitas isolasi dan alur pasien yang siap menghadapi lonjakan pasien seperti pada masa krisis kesehatan global,” ujarnya kepada Joglo Jateng.

Tak butuh waktu lama, kini RS Sarkies Aisyiyah yang dipimpin Hendra terus berkembang hingga bisa melayani 150 pasien rawat inap.

Sebagai pemimpin di era regulasi yang terus berubah, Hendra menyadari bahwa kecepatan beradaptasi adalah kunci. Ia memegang prinsip bahwa dalam dunia kesehatan, seorang pemimpin harus memahami dinamika internal dan eksternal.

HUMANIS: dr. Hendra Octavianto saat memberi apresiasi kepada pasien sebagai salah satu layanan yang dibangunnya di RS Sarkies Aisyiyah Kudus. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

Tak hanya itu, menurutnya pemimpin harus mampu membangun koordinasi lintas generasi. Lebih lagi ia menahkodai anggota yang kebanyakan dari kalangan generasi muda. Sehingga ia berusaha menemukan pendekatan komunikasi yang efektif, agar semangat kebersamaan dan pelayanan tetap terjaga.

“Jam terbang panjang membuat saya bisa mendalami kebutuhan dan tantangan yang ada. Kita tidak bisa memaksakan gaya lama pada generasi sekarang. Tapi kita bisa mencari celah komunikasi yang tepat agar kolaborasi tetap berjalan baik,” tuturnya.

Bersama tim yang dibangunnya, Hendra ingin menjadikan RS Sarkies Aisyiyah sebagai pusat layanan kesehatan yang inklusif, profesional, dan berkualitas. Dengan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tanpa diskriminasi.

“Layanan harus setara. Tidak ada yang dibedakan, baik ruang tunggu, obat, maupun pelayanan. Semua pasien mendapatkan kualitas yang sama,” tegasnya.