BANJARNEGARA, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara menggelar layanan kesehatan spesialis keliling (SPELING) di SDN 1 Cendana, Desa Cendana, Kecamatan Banjarnegara, belum lama ini. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat pedesaan.
Bupati Banjarnegara Amalia Desiana, melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Sila Satriana mengapresiasi, kolaborasi antara RSUD, Dinas Kesehatan, Puskesmas Banjarnegara 2 dan Pemerintah Desa Cendana yang telah menghadirkan layanan kesehatan langsung ke desa.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan yang merata dan menyentuh langsung masyarakat hingga tingkat desa. Ini selaras dengan semangat 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah dalam mempercepat pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan,” ujarnya, belum lama ini.
Gedung SDN 1 Cendana dipusatkan menjadi posko layanan kesehatan selama sehari. Lima dokter spesialis dari RSUD Hj Anna Lasmanah turut ambil bagian dalam pelayanan ini, antara lain dr. Imam Muktiadi, Sp.PD (Spesialis Penyakit Dalam), dr. Priyo Budi S., M.Kes., Sp.A (Spesialis Anak), dr. Susanto Ahmad, Sp.OG (Spesialis Kandungan), dr. Nurhati Febriani, Sp.GK FINEM, AlIFO-K (Spesialis Gizi Klinik), serta dr. Estiningtyas W., Sp.P, FISR (Spesialis Paru).
Sementara itu, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Muhamad Ghofar mengapresiasi, program SPELING di Desa Cendana. Menurutnya, ini merupakan layanan unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah yang memprioritaskan pemeriksaan tuberkulosis (TBC), sejalan dengan program nasional dalam menekan penyebaran TBC.
“Program SPELING diluncurkan pada Maret 2025 dan dilaksanakan di sekitar 70 desa oleh rumah sakit provinsi. Karena antusiasme tinggi dari masyarakat, kini diperluas menjadi 1.278 desa di 32 kabupaten/kota,” jelas Ghofar.
Ia menambahkan, tujuan program ini tak hanya memudahkan akses layanan kesehatan spesialistis. Tetapi menjadi sarana pembelajaran bagi tenaga medis puskesmas, deteksi dini TBC, kanker serviks dan penyakit tidak menular lainnya, serta ajang promosi RSUD kepada masyarakat. (abd/sam)










