Jika tujuan menjajaki bidang lain, hanya untuk mencari pengalaman awal, menurutnya hal itu masih dapat dimaklumi. Selama disertai kesiapan pribadi dan pemahaman risiko. Tetapi, mahasiswa harus tetap berpikir matang.
“Apakah benar-benar siap? Kalau iya, tidak masalah. Namun kalau belum siap, harus berani menyampaikan secara baik-baik. Pentingnya komunikasi terbuka dan jujur untuk menjawab tantangan semacam ini,” jelasnya.
Adri menyebutkan, mahasiswa perlu memahami. Bukan hanya soal keberanian mencoba, melainkan juga tanggung jawab terhadap profesi dan etika kerja yang harus dijaga. Keterampilan tambahan tentu penting, sebagai penunjang.
“Kami mendorong mahasiswa, untuk memperkaya diri dengan berbagai soft skill. Serta keterampilan penunjang. Namun tetap dalam kerangka mendukung jalur keilmuan yang telah dipilih,” tutupnya. (cr9/fat)










