Kudus  

Museum Patiayam Dinilai Layak Jadi Cagar Budaya Nasional

KUNJUNGI: Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Nasional, Surya Helmi sedang mengunjungi bukit patiayam di Desa Terban, Kecamatan Jekulo pada Kamis, (17/7). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Museum Situs Purbakala Patiayam di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus, dinilai memiliki potensi luar biasa untuk diusulkan sebagai cagar budaya nasional, bahkan tingkat dunia. Hal ini disampaikan Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Nasional, Surya Helmi, saat melakukan kunjungan ke museum tersebut, Kamis (17/7).

Dalam kunjungannya, Surya Helmi menegaskan, pengajuan status cagar budaya nasional untuk situs Patiayam seharusnya bisa direalisasikan pada tahun ini. Ia menyebutkan, nilai penting dari penemuan fosil purba di kawasan tersebut menjadi dasar kuat untuk pengajuan status tersebut.

“Luar biasa potensinya, sehingga kita menyempatkan diri datang ke sini. Untuk pengajuan cagar budaya nasional sudah ditetapkan, dan harus dimulai dari bawah. Jadi diajukan dari tingkat kabupaten, baru provinsi, lalu nasional,” tegasnya.

Tak hanya itu, ia menilai, kawasan Bukit Patiayam juga berpotensi menjadi cagar budaya dunia di masa depan. Mengingat kemiripannya dengan kawasan situs purbakala terkenal lainnya di Indonesia.

“Untuk temuan hampir sama dengan Sangiran dan Bumiayu. Nampaknya di masa lalu terjadi migrasi antara binatang dan manusia. Memang manusia jarang ditemukan di sini, berbeda dengan Sangiran yang sudah ada fosil manusianya. Bukan tidak mungkin ditemukan, tapi belum ditemukan,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi keberadaan dan penataan Museum Patiayam. Menurutnya sudah cukup baik dibanding museum serupa di daerah lain. “Kalau di tempat lain saya belum melihat museum sebagus ini,” ujarnya.