Semarak Budaya! KKN UIN Walisongo Meriahkan Ulang Tahun Paguyuban Silaturahmi (PASIR) ke-16 di Desa Samirono

SEMARANG, Joglo Jateng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT 20 Posko 49 dari UIN Walisongo Semarang turut menghadiri dan memeriahkan kegiatan perayaan ulang tahun ke-16 Paguyuban Silaturahmi (PASIR) yang diselenggarakan di Rest Area Desa Samirono, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Acara ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi warga serta memperlihatkan kekayaan seni dan budaya lokal.

Kegiatan tersebut diramaikan oleh berbagai pertunjukan kesenian yang mencerminkan kearifan budaya daerah, mulai dari tarian tradisional, musik akustik, hingga penampilan seni lainnya.

Beragam persembahan ini berhasil memikat perhatian masyarakat dari berbagai dusun sekitar.

Kehadiran mahasiswa KKN MIT 20 Posko 49 disambut baik oleh warga.

Mereka memanfaatkan momen ini untuk lebih memahami kehidupan sosial masyarakat dan mempererat hubungan dengan warga desa.

Dengan mengenakan seragam KKN, mereka mengikuti jalannya acara dari awal hingga akhir serta terlibat dalam suasana kekeluargaan yang hangat.

Dalam sambutannya, Ketua Paguyuban PASIR, Mulyadi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran masyarakat umum yang ikut meramaikan acara ini.

“Kami berterima kasih atas kehadiran masyarakat umum dalam acara PASIR (Paguyuban Silaturahmi) ini, yang merupakan gabungan dari rekan-rekan musisi dan penyanyi di dunia hiburan yang berasal dari Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, dan Kabupaten Boyolali. Acara ini juga merupakan bentuk donasi untuk menyantuni anak yatim,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan berlangsung penuh semangat dan rasa kekeluargaan.

Selain menampilkan seni, acara ini juga menjadi ajang mengenang perjalanan PASIR selama 16 tahun sebagai organisasi yang aktif menjaga solidaritas antarwarga.

Adapun acara ini terdiri dari berbagai macam tarian yang dimulai dari siang hingga malam hari.

Pada siang hari, semua tarian berasal dari warga Desa Samirono sendiri, yaitu Tari Soreng Sakti dari Langen Lestari Budaya, Tari Warok dari Siswo Langen Budoyo, Tari Jaranan Massal atau Jaran Kepang dari Krido Tomo, serta Tari Topeng Ireng dari Turonggo Wahyu Utama.

Acara puncak berlangsung pada malam hari dengan penampilan dari Agunza Musik yang berasal dari Boyolali.

Mereka menampilkan beberapa macam tarian, yaitu Tari Reog, Tari Topeng Ireng, dan Tari Warok.