Kolaborasi Lima Organisasi Wanita Hidupkan Wisata Lokal

RESMI DIBUKA: Ketua Pokdarwis Rembang, Siti Halimatussa’diyah memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan aksi Sapta pesona dan sadar wisata di daya tarik wisata di Pantai Layur, Desa Gedongmulyo, Kecamatan Lasem pada Rabu, (30/7). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Dinas Pariwisata Kabupaten Rembang menggelar kegiatan Aksi Sabta Pesona dan Sadar Wisata di Pantai Layur, di Desa Gedongmulyo, Kecamatan Lasem Rabu pagi, (30/7). Kegiatan ini melibatkan lima federasi organisasi wanita sebagai peserta, dalam rangka mendorong pemberdayaan dan peningkatan kualitas destinasi wisata lokal yang belum begitu dikenal luas.

Kelima organisasi wanita yang terlibat antara lain Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kabupaten dan 14 dari kecamatan, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Persit Kartika Chandra Kirana, Bhayangkari, dan Dharma Wanita Persatuan.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Rembang, Siti Halimatussa’diyah menjelaskan, aksi ini merupakan inisiatif untuk mengangkat potensi wisata yang masih kurang dikenal oleh masyarakat luas. “Kami memang diinisiasi untuk melakukan kegiatan di tempat wisata yang belum begitu mendapatkan nama. Tujuannya agar bisa menarik minat wisatawan untuk datang, contohnya seperti Pantai Layur ini,” jelasnya.

Menurutnya, kesadaran wisata bukan hanya tanggung jawab pengelola wisata saja, tetapi juga masyarakat, forum pariwisata, dan wisatawan itu sendiri.

“Aksi Sapta Pesona dan Sadar Wisata ini bukan semata-mata tanggung jawab pengelola. Forum Komunikasi Pokdarwis, Forum Komunikasi Desa Wisata, masyarakat sekitar, dan wisatawan juga punya peran penting,” jelasnya.

Ia menambahkan, banyak destinasi wisata di Rembang yang mengalami lonjakan pengunjung hanya dalam waktu singkat. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan dan inovasi berkelanjutan dari para pelaku wisata agar tetap menarik dalam jangka panjang.

“Yang sering menjadi masalah adalah banyak tempat wisata yang intensitas keramaian pengunjung tak bertahan lama. Sehingga para pengelola harus terus melakukan inovasi agar wisatawan tidak bosan,” tambahnya.

Ia mencontohkan, Pantai Karangjahe sebagai salah satu destinasi yang masih mampu bertahan menarik wisatawan. Hal ini dinilai karena lokasi wisata tersebut rutin melakukan pembaruan seperti penambahan spot foto dan kegiatan tematik.

Selain itu, imbuh dia, Aksi Sapta Pesona juga menjadi bagian dari rangkaian program berkelanjutan yang digagas Forum Komunikasi Pokdarwis, seperti ‘Wira-wiri Tilik Wisata’. Sebuah inisiatif untuk mengunjungi dan mengenalkan berbagai destinasi wisata secara bergiliran.

“Ini sudah periode kedua kami di forum. Harapannya aksi ini bisa mengenalkan dan menghidupkan tempat-tempat wisata yang masih sepi,” paparnya.(uma/iza)