Jepara  

Intensitas Kebakaran Masih Tinggi, Damkar Jepara Kekurangan Armada dan Dana Operasional

SIAP: Petugas pemadam kebakaran saat latihan uji pemadaman api, beberapa waktu lalu. (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

Saat ini, Damkar Jepara memiliki tiga pos. Masing-masing di Bangsri, Kalinyamatan, dan Mako di area Kota. Dari jumlah itu, Bangsri hanya memiliki satu armada, Kalinyamatan satu armada, dan di Mako ada lima unit, dua di antaranya merupakan armada suplai air. Namun, dengan luas wilayah dan tingginya potensi kebakaran, jumlah armada itu dinilai tidak sebanding.

“Idealnya perlu penambahan dua unit baru, untuk ditempatkan di daerah yang rawan terjadi kebakaran dan secara geografis luas. Seperti di Kalinyamatan itu membawahi Welahan, Kedung, dan Mayong, Nalumsari,” jelasnya.

Selain itu, Damkar Jepara juga menghadapi persoalan lain, yakni kualitas sumur yang digunakan untuk suplai air. Saat ini, sumur yang ada sudah berair payau bercampur asin. “Sehingga cepat menyebabkan korosi pada armada,” ringkasnya.

Najamudin berharap, kondisi ini mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dengan melengkapi gudang atau tempat usaha menggunakan alat pemadam ringan.

“Masyarakat juga agar dapat meningkatkan kesadarannya, seperti melengkapi gudang dengan APAR maupun APAC. Apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, ada penanganan pertama sebelum Damkar datang,” tutupnya. (oka/gih)