Kudus  

LPPNU Kudus Bersama PC Fatayat NU Adakan Latihan Pemanfaatan Lahan Pekarangan

KOLABORASI: Wakil Tanfidziyah PCNU sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jateng H. Akhwan berfoto bersama usai Madrasah Kader Pertanian Batch 1, yang digelar LPPNU Kudus dan PC Fatayat NU, di Joglo Golantepus, belum lama ini. (DOK.PRIBADI/JOGLO JATENG).

KUDUS, Joglo Jateng – Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kudus bersama PC Fatayat NU Kudus, berkomitmen mendorong kemandirian pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan.

Komitmen itu diwujudkan dengan menggelar Madrasah Kader Pertanian Batch 1, bertemakan Pekarangan dan Ketahanan Pangan Keluarga di Joglo Golantepus, belum lama ini.

Wakil Tanfidziyah PCNU Kudus sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jateng, H. Akhwan menanggapi, pelatihan ini selaras dengan program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan. Para peserta tak hanya menerima materi, tetapi juga mendapat praktik serta perlengkapan bertani.

“Peserta dibekali media tanam dan bibit seperti cabai, terong, hingga lombok. Jadi pulang dari sini langsung bisa dipraktikkan di rumah masing-masing,” jelas H. Akhwan.

Menurutnya, kegiatan ini dirancang berkelanjutan. Setelah pelatihan, akan ada evaluasi lapangan untuk melihat tindak lanjut para peserta, sebelum memasuki tahap berikutnya dengan materi yang lebih mendalam.

“Karena animonya tinggi, kegiatan ini dibagi dalam tiga putaran. Kali ini diikuti peserta dari tiga kecamatan, putaran selanjutnya akan bergiliran untuk kecamatan lainnya,” ujarnya.

Sedangkan, dua narasumber dalam gelaran tersebut di antaranya Owner Kampoeng Agroedukasi Muria Kudus, M. Nurul Hakim. Serta, Ketua LPPNU Kudus dan Owner SayON Ngembalrejo, H. Ahmad Amin Mustafid.
Salah satu narasumber yang juga Ketua LPPNU Kudus, H. Ahmad Amin Mustafid menjelaskan, ini merupakan upaya nyata membekali para kader, khususnya ibu-ibu Fatayat.

Dengan keterampilan bercocok tanam sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan rumah.

“Program ini untuk memberdayakan keluarga agar mandiri pangan. Selain mencukupi kebutuhan sendiri, kalau hasilnya berlebih bisa memberi nilai ekonomi,” jelasnya.

Lebih lanjut, melalui Madrasah Kader Pertanian, LPPNU Kudus dan Fatayat NU diharapkan mampu lahir kader-kader yang tidak hanya mewujudkan kemandirian pangan keluarga.

“Tetapi juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan sehat, sekaligus peluang ekonomi,” pungkasnya. (sam).