Kudus  

Cara Unik Desa Terban Rayakan HUT Kudus: Lepas Ratusan Perkutut di Situs Purbakala Patiayam, Ini Makna Mendalam di Baliknya

‎‎MANTAP: Desa Terban, Kecamatan Jekulo, menjadi sorotan dalam peringatan HUT ke-476 Kabupaten Kudus. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

‎‎Sementara itu, Kepala Desa Terban, Supeno, menegaskan makna penting kegiatan tersebut. Menurutnya, HUT Kudus kali ini patut dimaknai dengan menjaga adab, adat, dan budaya.

‎‎”Karakter masyarakat Kudus terbentuk dari akarnya. Jika kita melupakan adab dan adat, kita akan kehilangan jati diri,” ujarnya.

‎‎Ia menilai, pelepasan burung tidak hanya bernilai spiritual. Tetapi juga sebagai tanda kepedulian terhadap keberlangsungan lingkungan.

‎‎”Tradisi dan budaya akan kehilangan makna jika alam sekitarnya rusak. Karena itu, merawat budaya sama artinya dengan merawat alam,” tegasnya.

‎‎Supeno juga berharap kegiatan ini menjadi titik tolak upaya pemulihan ekologi di sekitar Patiayam. Kawasan perbukitan itu disebutnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ruang hijau, wisata sejarah, sekaligus pusat edukasi masyarakat.

‎‎Melalui momentum HUT ke-476, pihaknya ingin menunjukkan bahwa perayaan tidak harus berhenti pada keramaian, melainkan dapat menjadi refleksi dan aksi nyata. Supeno menegaskan bahwa Kudus adalah rumah bersama yang harus dijaga kelestariannya.

‎‎”Kami ingin Desa Terban menjadi contoh bahwa budaya dan ekologi bisa berjalan beriringan. Kudus harus melangkah ke masa depan dengan tetap berpijak pada kearifan lokal,” ujarnya. (adm/fat)